Pelayanan PDAM PALI Anugerah Dituding Warga Makin Buruk

Pali, jurnalsumatra.com – Kendati asset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah dialihkan dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim ke Pemerintah Kabupaten PALI, namun pelayanan perusahaan daerah yang bergerak di sektor pengadaan air bersih tersebut masih menjadi keluhan masyarakat kabupaten PALI.

Terbukti, berdasarkan data yang dihimpun air bersih di kecamatan Talang Ubi hidup hanya satu minggu sekali. Itu terjadi dari medio Desember 2019 lalu hingga sekarang.

Bahkan, selain macetnya distribusi air bersih ke pelanggan, masalah lain yang ditemukan yaitu bayaran tagihan air bersih yang naik hingga dua kali lipat.

Seperti yang disampaikan oleh Dwi (28), warga kelurahan Talang Ubi Timur, kecamatan Talang Ubi. Ia harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tagihan air bersih pada bulan Januari 2020 ini.

“Padahal, bulan Desember kemarin air PDAM hidup bisa dihitung pakai jari. Ada sekitar empat atau lima kali. Tapi tagihan air PDAM yang kami bayar bulan Januari menjadi dua kali lipat. Tidak berbeda dengan bulan Januari sekarang. Hidupnya satu minggu sekali,” keluh ibu satu orang anak itu 

Senada, disampaikan juga oleh Wati, warga Kelurahan Handayani Mulya. “Iya, giliran mencatat tagihan rekening air PDAM, petugas lancar datang ke rumah. Tapi kalau soal pelayanan, tidak sesuai. Kenapa ya, setelah diambil alih oleh Pemkab PALI kok malah tambah buruk pelayanannya,” ungkap Wati dengan kesal.

Keluhan warga PALI tidak hanya sebatas itu, ada juga warga yang mengeluhkan jika air PDAM hidup ketika mau memasuki masa pembayaran iuran PDAM alias di awal bulan. 

Sementara itu, terkait permasalahan tersebut, Mairil Aprianto, salahsatu pegawai PDAM Tirta PALI Anugerah enggan berkomentar banyak, Ia menyuruh media ini langsung minta tanggapan Direktur PT PDAM Tirta PALI Anugerah.

Namun, ketia media ini mencoba menghubungi Puryadi, Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah di nomor +6281274023xxx belum lama ini, nomor yang dituju tidak dapat dihubungi.