Pemanfaatan Hasil Penelitian KHDTK Wonogiri

WONOGIRI, Jawatengah, jurnalsumatra.com — Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Dr Agus Justianto, pada acara pencanangan model pengembangan pemanfaatan hasil penelitian pengembangan di KHDTK Wonogiri, Jawa Tengah, hari ini, menyampaikan gambaran umum tentang KHDTK Wonogiri.

Menurut Agus, KHDTK Wonogiri telah ditunjuk dan ditetapkan sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk hutan penelitian Wonogiri pada kawasan hutan produksi tetap di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, seluas 93,34 hektar.

Sesuai tugas pokok dan fungsinya, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta, yang diberi mandat untuk mengelola, telah mengembangkan sumber benih bersertifikat di lokasi KHDTK Wonogiri.

Dan telah dilakukan sejak tahun 1994 hingga sekarang meliputi: pembangunan plot-plot uji penelitian genetik dari berbagai jenis tanaman penghasil bahan baku industri pulp dan kertas, kayu pertukangan dan kayu energi serta hasil hutan bukan kayu.

“Beberapa kebun semai uji keturunan yang telah dikonversi menjadi kebun benih telah mendapatkan sertifikat dari lembaga yang berwenang,” kata Agus Justianto.

KHDTK Wonogiri, menurut Agus Justianto, sangat berpotensi untuk kegiatan litbang bidang konservasi sumber daya genetik, bioteknologi dan pemuliaan jenis-jenis tanaman penghasil bahan baku industri, kayu pertukangan dan kayu energi serta hasil hutan bukan kayu.

“Untuk itu, maka diperlukan pengelolaan secara terpadu meliputi berbagai aspek permasalahan di bidang kehutanan yang terkait hutan penelitian sebagai laboratorium penelitian, produksi, lingkungan dan sosial ekonomi, tanpa meninggalkan peran serta masyrakat dan stakeholders yang ada,” terang Agus Justianto.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka diusulkanlah model pengembangan pemanfaatan hasil penelitian pengembangan di KHDTK Wonogiri.

Pengembangan model KHDTK Wonogiri didukung oleh para peneliti BBPPBPTH dan pihak manajemen untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang konservasi sumber daya genetik, bioteknologi dan pemuliaan tanaman.

Ada beberapa nilai positif adanya pencanangan ini, di antaranya informasi hasil riset atau iptek perbenihan dan pengelolaan sumber benih yang sudah tersertifikasi dapat tersebarluaskan kepada pengguna dan masyarakat umum secara luas.

“Sehingga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pemenuhan sumber benih unggul di hutan tanaman di Indonesia,” papar Agus lagi.

Juga terwujudnya pelestarian budaya lokal, tumbuhnya tempat wisata baru diikuti dengan tumbuhnya berbagai usaha kecil yang berkembang di wilayah secara otomatis peningkatan kesejahteraan akan meningkat.

Pengembangan model, menurut Agus Justianto, akan melibatkan masyarakat. “Sehingga menciptakan peluang usaha masyarakat sekitar untuk penyediaan jasa terkait wisata seperti konsumsi, transportasi, guide dan lain-lain,” ungkap Agus.

Selain itu, diharapkan dapat bersinergi dengan pengembangan usaha jasa lingkungan yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata serta lembaga diklat yang ada di Kabupaten Wonogiri.

Tak kalah pentingnya mempercepat tercapainya program pengembangan hasil litbang dan wisata ilmiah di KHDTK Wonogiri dan peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Wonogiri.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Dr Agus Justianto, mengatakan, sebagai komitmen dan sinergitas dalam melaksanakan pembangunan bidang kehutanan dan lingkungan hidup, pencanangan model pengembangan pemanfaatan hasil penelitian pengembangan di KHDTK Wonogiri akan memberikan semangat yang berkelanjutan di Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 2 =