Pembagian Pekerjaan Di PUPR Ribut

Tanahadata, Sumbar, jurnalsumatra.com – Pembagian proyek PL di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pekerjaan  Tanah Datar ribut. Kenapa tidak perusahaan rekanan Cv.Arif Maju Bersama (AMB) yang sudah di tetapkan dsn di janjikan oleh Kadis Ir.Nofi Hendri.ST.MT,  pekerjaan irigasi yang berlokasi di Jao X Koto. Ternyata dirobah kembali oleh Kabid PSDA Dewi Fitri Yenti.ST. dengan alasan titipan Bupati Irdinansyah.

Hal ini ditegaskan oleh Kadis PU PR sendiri ketika dipelataran parkir samping ruangannya pada Rabu (11/09/2019) sekitar pukul 9.50 wib. Nofi Hendri mangatakan Kabid PSDA Dewi maunya masukan nama-nama perusahaan yang sudah di usulkan terlebih dahulu karna ini adalah titipan dari Bupati. Akhirnya dia Dewi mencoret nama-nama perusahaan rekanan yang sudah saya tentukan. 

Katanya lagi berarti saya tidak dihargai sebagai kepala Dinas PU PR oleh Kabid PSDA Dewi Fitri Yenti ST. Dan kabid Dewi mengatakan nama-nama ini adalah sudah titipan dari Bupati Irdinansyah. 

Setelah di konfirmasi kepada kabid PSDA Dewi Fitri Yenti.ST di ruangan kerjanya Rabu (11/09) sekitar pukul 10.10 wib Dewi mengatakan saya tidak pernah mencoret nama- nama perusahaan yang sudah ditentukan oleh Kadis. Sementara dia sendiri yang mecoret didepan saya sendiri aku dewi.

Dengan permasalahan ini para kontraktor yang sudah ditentukan dimana dia akan mengerjakan pekerjaan pada ribut semuanya. Terutama Cv AMB yang sudah 15 hari yang lalu di janjikan okeh Kadis Nofi Hendri.

Disamping itu Dewi menyinggung Pekerjaan yang berlokasi di Jao X Koto itu adalah dana pokir salah seorang anggota DPRD Tanah Datar. 

Salah seorang pengamat pekerjaan selama ini di lingkungan PU PR yang enggan disebut namanya mengatakan, Kalau memang kabid yang menentukan siapa-siapa yang akan mengerjakan pekerjaan yang sudah ditentukan oleh Kepala Dinas, berarti lebih tinggi kedudukan kabid dari pada Kadis. Lebih baik kabid saja yang menentukan semuanya dan untuk apa gunanya keputusan kadis kalau akan di coret juga akhirnya. Dan semua ini akan membuat kecewa para rekanan yang sudah dijanjikan pekerjaan bisa jadi tidak dapat sama sekali. Ucapnya. 

Sambungnya lagi kalau memang Bupati yang menitipkan berarti siapa kontraktor yang tidak dekat dengan bupati tidak akan dapat pekerjaan.pungkasnya lagi.(MYt)