Pembahasan RPJMD Yogyakarta Ditargetkan Selesai Pekan Depan

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com  – DPRD Kota Yogyakarta menargetkan pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2017-2022 sudah dapat diselesaikan pekan depan atau pada 8 November.
“Dari tata kala terakhir, pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sudah selesai pertengahan pekan depan. Harapannya, pembahasan bisa terus lancar,” kata Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sujanarko di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, pembahasan Raperda RPJMD 2017-2022 dilakukan secara maraton dan beberapa kegiatan di dalam RPJMD pun sudah dimasukkan dalam rencana anggaran 2018.
Sejalan dengan pembahasan Raperda RPJMD, DPRD Kota Yogyakarta juga melakukan pembahasan Raperda RAPBD 2018 yang ditargetkan harus selesai paling lambat akhir November.
“Pembahasan raperda pada bulan ini memang cukup padat. Namun, kami tetap berkomitmen untuk bisa menyelesaikan pembahasan RPJMD dan perda anggaran,” katanya.
Sujanarko pun optimistis jika Raperda RPJMD 2017-2022 dapat diselesaikan pada 8 November, maka proses evaluasi di Pemerintah DIY akan memiliki waktu yang lebih longgar.
“Setelah selesai dibahas, maka Raperda RPJMD tersebut akan dibawa ke Pemerintah DIY untuk dievaluasi. Eksekutif harus mengawal proses evaluasi agar bisa diselesaikan tepat waktu. Komunikasi dengan Pemerintah DIY harus dilakukan intensif,” katanya.
Raperda RPJMD 2017-2022 sudah harus dapat ditetapkan paling lambat pada 22 November atau enam bulan sejak kepala daerah baru dilantik sehingga Pemerintah Kota Yogyakarta tidak melanggar aturan apapun.
Sementara itu, Pemerintah Kota Yogyakarta memasukkan tujuh misi pembangunan dalam RPJMD 2017-2022, di antaranya meningkatkan kesejahteraan dan daya saing kota, memperkuat ekonomi kerakyatan, memperkuat moral etika dan budaya warga, meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan sosial dan budaya, serta memperkuat tata kota.
Sedangkan konsep pembangunan yang akan diterapkan di Kota Yogyakarta adalah mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang nyaman huni, kota budaya, kota cerdas, dan pusat pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan yang bisa terlihat nyata oleh masyarakat seperti pembangunan Rumah Kreatif, ‘Youth Center’, penataan pedestrian, penataan pedagang kaki lima, penataan parkir, dan penataan sungai.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − five =