Palembang,jurnalsumatra.com –  Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Jakabaring segera berlanjut setelah sempat mandeg satu tahun terakhir, karena sudah ada beberapa negara sahabat siap membantu.

“Saat ini kami masih konsolidasi mengenai anggaran untuk perbaikan dan hal-hal lain, termasuk sumber dana yang berasal dari negara-negara sahabat seperti Iran, Quwait, Qatar, yang jelas pembangunan Masjid Raya Sriwijaya maju terus,” Panitia pembangunan yang juga Sekretaris Wakaf Yayasan Masjid Sriwijaya Marwa M Diah, Rabu.

Menurutnya kendala pembangunan masjid selama ini karena ada banyak konsolidasi yang harus di selesaikan, namun pihaknya meyakinkan jika desain masjid yang digadang-gadang termegah seasia tersebut tetap memakai desain awal.

Dia menjelaskan saat ini proses pembangunan sudah menyelesaikan 100 persen pondasi masjid dimana menghabiskan dana Rp 130 Miliar, sedangkan total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid senilai Rp 1,3 Triliun.

Nilai tersebut merupakan komulatif, termasuk di dalamnya bantuan masyarakat, para donatur dan  negara sahabat, seperti ia mencontohkan Iran yang ingin membantu dalam bentuk barang yakni kemungkinan menara masjid.

“Makanya sekarang mau dihitung betul apa yang mau dikerjakan lagi,” ujar Marwa.

Sementara Asisten 1 Gubernur Akhmad Nadjib mengatakan pemprov Sumsel fokus pada pengamanan aset yang sudah dihibahkan ke yayasan wakaf masjid raya sriwijaya.

“Itu kan sudah dibangun, nah perlu di jaga, jangan sampai ada properti yang hilang atau ada gubuk dan bangunan liar mendiami di sekitar lahan masjid, apalagi sampai ada klaim-klaim, jangan sampai seperti itu lagi,” ungkap Nadjib.

Ia melanjutkan telah meminta Satpol PP untuk mengamankan area masjid sriwijaya sementara menunggu pembangunan di lanjutkan, meskipun sudah ada pengamanan dari pihak kontraktor,  pihaknya sendiri belum mengetahui kapan pembangunan masjid mulai berlanjut.

“Kalau memang ada klaim-klaim lagi kami minta untuk adu data, adu dokumen, cari mana yang sahih, harusnya juga sadar bahwa yang dibangun ini masjid, rumah ibadah, jangan dipermasalahkan lagi,” tambah Nadjib.