Pemberantasan Miras Di Papua Barat Semakin Gencar

    Manokwari, jurnalsumatra.com – Pemberantasan peredaran minuman keras atau miras di wilayah Papua Barat semakin gencar baik di wilayah ibu kota provinsi maupun daerah-daerah lain.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat AKBP Hary Supriyono di Manokwari, mengatakan, tim gabungan dari Polda bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat pada Senin kembali mengamankan minuman beralkohol dari pelaku usaha.
“Tim menemukan tumpukan bir di gudang PT Mutiara Utama Papua yang membuka usaha di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Hary.
Ia merinci, barang bukti miras yang ditemukan di perusahaan yang tidak memiliki ijin perdagangan dan peredaran tersebut berupa bir putih jenis bintang ukuran 500 mililiter (ml) sebanyak 145 karton, bir putih ukuran 320 ml sebanyak 1.979 karton serta bir hitam ukuran 320 ml sebanyak 481 karton.
Barang bukti tersebut selanjutnya dilakukan penyitaan untuk proses hukum lebih lanjut. Pemilik perusahaan diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
“Perusahaan ini tidak memiliki ijin distributor dan ijin peredaran minuman keras dari instansi yang berwenang,” kata Hary.
Kasus ini ditangani Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat.

    Hary mengutarakan, Polda Papua Barat bersama pemerintah daerah dibantu Kodam XVIII/Kasuari dan sejumlah instansi terkait terus meningkatkan pengawasan dan pemberantasan miras.
“Karena sudah banyak bukti, dampak buruk miras ini cukup besar.  Presentasi kasus kejahatan akibat pengaruh miras cukup tinggi,” kata Hary.
Menurut dia, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memberi perhatian serius terhadap peredaran miras di daerah ini.
“Harus diberantas sampai bersih, masyarakat pun diimbau tidak membuka peluang bagi peredaran miras apalagi terlibat,” kata dia.
Gubernur Dominggus pada kesempatan sebelumnya mengimbau Disperindag bersikap tegas terhadap badan usaha yang menyalahgunakan izin usaha atau tempat usahanya untuk memperdagangkan miras.
“Harus tegasnya, jangan ada toko yang menjual miras. Evaluasi izinnya, beri sanksi tegas, bila cukup bukti cabut izinya,” kata gubernur.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =