Pemberi dan Penerima Pungli Bisa Dipidana

Palembang, jurnalsumatra.com – Penggiat Anti Pungli Benni Eduard menyatakan untuk mengantisipasi maraknya aksi pungli oknum polisi lalu lintas,  masyarakat harus mematuhi aturan dalam berlalu lintas. Yakni disiplin saat berkendara dengan taat aturan dan membawa surat menyurat. “Jadi kalau ada razia,  masyarakat bisa berargumentasi.  Kalau masih ada tekanan pungli kita harus menolak, ” ujarnya saat diwawancarai di JCO, Ahadc (29/07/2018).

Benni mengungkapkan, dirinya telah bekerjasama dengan Propam untuk mengantisiasi aksi pungli polisi lalu lintas.  Diantaranya adalah  dengan menyampaikan usulan ke Kasatlantas dan Dirlantas mencegah aksi pungli. ” Caranya mengadopsi di daerah lain dengan memasang spanduk yang beirisi himbauan kalau pemberi dan penerima suap sama -sama dipidana,” katanya.

Lebih lanjut Benni menerangkan,  di Palembang sudah ada beberapa spanduk yang berisi himbauan tidak memberikan uang suap kepada oknum polisi lalu lintas. “Spanduk ini dipasang di Celantang,  Simpang Patal, Jembatan Ampera. Selain itu,  ada pemasangan   stiker simpang di RS Charitas.  Spanduk itu dipasang 11 Juni dipasang tapi baru seminggu ada beberapa spanduk yang dipasang sudah hilang, ” bebernya.

Menurut Benni, melalui spanduk itu pihaknya ingin mengedukasi masyarakat untuk tidak menyuap.  Selain itu,  oknum polisi lalu lintas juga jangan meminta. “Sebenarnya tilang masalah kecil, karena kalau ditilang, kita hanya membayar uang tilang ke negara,” tandasnya.

Pendiri sekaligus Ketua Umum Gerakan Solidaritas Anti Intoleransi Toni SKom menambahkan, untuk mengantisipasi aksi pungli oknum lalu lintas,  pihaknya melakujan edukasi kepada driver online tips berkendara dengan aman,  tidak melanggar hukum.

“Kalau pungli jelas melanggar hukum.  Sebagai masyarakat,  yang menuju negara maju.  Kita harus berani menolak pungli atau bersuara. Jangan takut,  kalau masyarakat tidak mau kena pungli.

Kalau kita kena tilang atau salah, misal  tidak pakai helm maka  harus minta ditiang.  Karena uang tilang untuk membayar pajak untuk pendapatan negara,” katanya.

Menurutnya, jika memang ditilang,  prosesnya  tidak ribet,  hanya datang ke PN membayar uang tilang elektronik.

“Jangan melanggar lalu lintas.  Jadilah pengendara yang baik. Kalau  kita tidak melakukan kesalahan masih ditilang maka kita wajib menolak tilang dan menolak memberi uang suap,” pungkasnya.  (Yanti)

Leave a Reply