Pemda-Satgas Tinombala Gotong Royong Bangun Sekolah

    Poso, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Satuan Tugas Tinombala bergotong royong membantu Sekolah Satu Atap Desa Sedoa yang diterjang angin puting beliung awal November 2017.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Poso, Yosias Madoli yang dihubungi di Napu, Kamis, mengatakan, seluruh murid di sekolah itu saat ini telah belajar kembali seperti biasa di dalam tenda.
“Ini merupakan hasil kerja sama antar pihak Pemda Poso dengan Satgas Tinombala dalam membangun kemajuan pendidikan di Kabupaten Poso,” katanya.
Dia mengatakan, dirinya turut langsung di lapangan menyaksikan dan membantu dalam pemasangan tenda bersama masyarakat mulai dari pukul 06.00 Wita hingga selesai pukul 08.00 Wita.
“Hari ini semua siswa sudah belajar di dalam tenda,  tadi pagi saya dan seluruh tim Tinombala bersama masyarakat memasangan tenda itu hingga selesai,” kata Yosias.
Dia mengatakan, sejak dirinya mendapat kabar kerusakan tenda di sekolah Desa Sedoa itu, dirinya langsung meluncur ke Napu di Desa Sedoa melihat langsung kondisi sekolah Satap itu.
Sebelumnya, murid sekolah satu atap (satap) yang berjumlah 172 orang terdiri dari 116 murid SD dan 56 siswa SMP, belajar di lapangan terbuka sepak bola Desa Sedoa, karena tenda mereka dihantam angin puting beliung. Akibatnya enam dari 10 tenda tidak dapat dipakai lagi.
Para murid tersebut belajar di tenda karena gedung sekolah mereka porak-poranda akibat gempa bumi yang menghajar daratan Napu enam bulan lalu.
Sambil menunggu pembangunan gedung baru oleh pemerintah daerah, proses belajar-mengajar akhirnya berlangsung di bawah tenda.
Namun tenda mereka kembali dihajar angin puting beliung sehingga sebagian rusak. Murid akhirnya belajar di ruang terbuka.
Kepala Sekolah Satap Desa Sedoa, Alrimus Rangka, mengatakan dengan adanya bantuan dari Tinombala dan dari Satuan Brimob berupa tiga buah tenda sehingga proses belajar mengajar langsung teratasi.
Sementara untuk kantor guru dibantu papan dan seng.
“Saya berterima kasih banyak kepada seluruh pihak yang membantu kami, khususnya kepada Kadis Pendidikan yang sudah turun langsung ini sehingga anak murid kembali belajar di tenda,” Aku Alrimus dari Napu.
Desa Sedoa merupakan salah satu desa yang terparah akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah Napu dan sekitarnya beberapa bulan lalu.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × four =