Pemerintah Akan Bangun Bendungan Di Waiapo

Ambon,jurnalsumatra.com  – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Diana Padang mengatakan, Pemerintah Pusat akan membangun bendungan di Waiapo, Pulau Buru untuk mendukung tanaman padi di sawah seluas 10.000 hektare.
“Harus ada bendungan, sebab kalau pencetakan sawah baru tanpa air bagaimana caranya bisa menanam padi,” ujarnya di Ambon, Sabtu.
Dia menjelaskan, selama ini sawah yang sudah dicetak di beberapa lokasi di Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah yang sudah ditanam jenis padi gogo.  Hal ini agar lahan tetap terjaga, tidak ditumbuhi alang-alang.
“Mudah-mudahan rencana membangun bendungan di kali Waiapo yang dijanjikan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah dikerjakan l, agar bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah yang sudah dicetak,” ujarnya.
Diana menjelaskan, kerja sama selama ini dengan pihak TNI untuk pencetakan sawah baru tetap dilakukan sejak tahun 2016 di beberapa daerah di Maluku bahkan ditahun 2018 ini Maluku mendapat jatah 400 hektar dan sudah dicetak oleh TNI seluas 352 hektare yang terdapat di Pulau Buru seluas 237 hektare dan di Maluku Tengah 115 hektare.

“Kalau di tahun 2016 Maluku mendapat jatah 1.525 hektar yang tersebar di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) masing-masing sawah seluas 600 hektar, dan Pulau Buru 325 hektar,” ujarnya.
Sedangkan tahun 2017 mendapat jatah seluas 3.000 hektare namun terbentur masalah lahan seperti yang terjadi pada tahun 2016 maka yang berhasil hanya 697 hektare tersebar di Pulau Buru dan Pulau Seram.
“Jadi kita sangat membutuhkan bendungan yang dapat digunakan untuk mengairi sawah, tanpa air bagaimana sawah yang sudah dicetak bisa dimanfaatkan,” katanya.
Diana juga menambahkan, kerja sama dengan pihak TNI bukan saja untuk mencetak sawah baru saja tetapi juga jagung dan kedele, namun untuk kedele tidak ada di Maluku, jadi kitya kembangkan padi dan jagung saja.   (anjas)

Leave a Reply