Pemerintah Pusat Bantu Rp12 Miliar Pesparani Nasional

Ambon, jurnalsumatra.com – Pemerintah pusat menyetujui bantuan Rp12 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gereja (Pesparani) Kaholik Nasional I di Ambon, Provinsi Maluku yang dijadwalkan pada 27 Oktober hingga 2 November 2018.
Gubernur Maluku Said Assagaff dikonfirmasi di Ambon, Selasa, mengatakan pemerintah pusat menyetujui untuk membantu Rp12 miliar dari Rp20 miliar yang diusulkan Pemprov Maluku.
“Saya diberitahu Wagub Maluku Zeth Sahuburua sebagai Ketua Umum Panitia Daerah Pesparani Katolik Nasional I bahwa dana Rp12 miliar itu sedang diproses untuk ditransfer,” ujarnya.
Dia mengemukakan pencairan bantuan dana itu ada mekanismenya sehingga semua pihak yang berkepentingan dengan kegiatan itu harus bersabar.
“Kan sudah ada jaminan  dari Wapres Jusuf Kalla untuk mendorong   Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin agar berkooridinasi dengan Kementerian Keuangan guna mencairkan kebutuhan anggaran mengingat tenggat waktu penyelenggaraanya tinggal menghitung hari,” kata dia.
Wapres menjanjikan itu saat tim Maluku dipimpin Gubernur Said Assagaff bersilaturahim dengannya di Jakarta pada 1 Agustus 2018 dalam rangka meminta kesediaannya menutup Pesparani Katolik Nasional I. Kegiatan itu rencananya dibuka Presiden Joko Widodo.

“Wapres saat itu mendorong Menag untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan guna mencairkan kebutuhan anggaran tersebut,” ujarnya.
Dia mengemukakan Pemprov Maluku mengapresiasi bantuan dana dari pemerintah pusat karena merupakan tanggung jawab dalam rangka menyukseskan kegiatan keagamaan berskala nasional itu.
“Sebagai tuan rumah penyelenggaraan pastinya memiliki skenario dalam pengelolaan keuangan, menyusul telah mengalokasikan Rp20 miliar melalui APBD Maluku Tahun Anggaran 2018,” katanya.
Dia mengemukakan pemerintah pusat juga mendukung anggaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  Nasional XXIV  di Kota Ambon pada 8-19  Juni 2012 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI di Ambon pada 2-12 Oktober 2015.
Sebelumnya, Uskup Ambon Mgr Petrus Mandagie mengungkapkan sukacita karena Pesparani bisa dilaksanakan secara nasional sebagaimana MTQ maupun Pesparawi.
“Sebenarnya Persparani ini pestanya umat Katolik, tetapi yang menyelenggarakan justru umat Muslim, Protestan, Hindu, dan Buddha di Maluku sehingga itu yang hebat. Ini akan menjadi luar biasa karena gaungnya juga internasional, pasti Vatikan akan memperhatikannya,” ujarnya.
Pesparani Katolik Nasional I rencananya diikuti 8.015 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. (anjas)

Leave a Reply