Pemerintah Terus Koordinasi Tindak Peningkatan Karlahut

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah terus berkoordinasi dalam mencegah dan menindak kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang meningkat dari tahun lalu.
“Memang kalau lihat jumlah ‘hotspot’-nya itu kira-kira perbandingannya itu 147-an sampai tiga hari lalu dari bulan Januari. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu itu jumlahnya hanya 111-an,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di komplek Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu.
Menurut Siti, pemerintah di daerah memiliki sistem pelaporan karlahut dengan kode tingkat kebakaran yang disebarkan melalui telepon seluler.
Menteri menjelaskan terdapat empat daerah yang menetapkan siaga darurat yaitu Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

    Selain itu terkait antisipasi karlahut saat perhelatan Asian Games 2018, Siti menjelaskan sudah memberikan data 100 kawasan rawan kebakaran yang berpotensi menimbulkan asap mengarah ke Stadion Jakabaring, di Sumatera Selatan kepada Pemprov Sumatera Selatan dan Jambi.
Siti juga meminta Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan untuk terus mengawasi kualitas udara setiap hari di kawasan tersebut.
“Kalau kualitas udaranya goyang, harusnya yang normal hijau, di bawah 50 angkanya, tiba-tiba jadi biru di atas 50, berarti sudah harus diingetkan ke daerah,” ujar Siti.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Siak, Riau menetapkan status siaga kebakaran lahan dan hutan sejak 20 Februari sampai Mei 2018.
Selain itu, Pemerintah Kota Dumai juga menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan, berlaku selama 75 hari dimulai 20 Februari 2018, sebagai langkah antisipasi penanggulangan dan pencegahan bersama.
Dampak karlahut sangat luar bisa dan dapat menyebabkan bencana kabut asap yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat dan transportasi.(anjas)

Leave a Reply