Pemkab Berikan Peringatan Kedua Pemilik Karaoke Parangtritis

     Bantul, jurnalsumatra.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah memberikan peringatan kedua bagi puluhan pemilik tempat karaoke di kawasan Pantai Parangkusumo Parangtritis untuk menghentikan kegiatan usahanya.
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Jati Bayu Broto di Bantul, Rabu, mengatakan peringatan pertama kepada sekitar 60 pemilik karaoke disampaikan pada 23 Oktober, kemudian pada 31 Oktober disampaikan peringatan kedua sebelum dilakukan penutupan aparat.
“Pada prinsipnya kami hanya memenuhi aspek hukumnya, karena prosedur tetap (protap) kami di Satpol PP tindakan-tindakan penutupan harus didahului dengan peringatan-peringatan, pada 23 Oktober sudah kami berikan pertama, kemudian Selasa (31/10) kami sampaikan peringatan kedua,” katanya.
Menurut dia, jumlah tempat karaoke Parangtritis yang diberi peringatan kedua masih sama dengan saat peringatan pertama yaitu 62 tempat, namun demikian ada perubahan jumlah pemilik karena diketahui ada salah satu pemilik punya dua tempat karaoke.
“Dan kemarin memang kami sinyalir setelah ada peringatan pertama hampir semua tidak ada yang buka lagi, jumlahnya masih tetap sama 62 tempat, hanya ada satu perubahan dulu yang kami data dua, tetapi ternyata manajernya satu,” katanya.

     Jati menjelaskan, setelah diberikan peringatan pertama dan kedua, pemilik karaoke diberi waktu untuk melakukan penutupan selama minimal tiga hari atau lebih, sebelum diberikan peringatan ketiga dan kemudian dilakukan penutupan permanen oleh Satpol PP.
“Sebetulnya kami berharap mereka secara mandiri menyatakan tutup, tapi itu jarang, meskipun kami temui mereka nyatakan tidak buka lagi, kami lihat alat-alatnya sudah tidak buka, cuma tahapan prosesnya harus kami lalui seperti itu. Jadi setelah kedua ada ketiga dan penutupan permanen,” katanya.
Menurut dia, pemberian surat peringatan kepada pemilik tempat karaoke agar berhenti operasi itu karena aduan masyarakat yang mensinyalir adanya praktek prostitusi, peredaran minum minuman keras yang hal itu menjadikan contoh tidak baik terutama bagi anak-anak di kawasan Parangtritis.
Bahkan, kata dia, keberadaan karaoke Parangtritis disinyalir akibatkan sejumlah keributan antarpengunjung yang dilaporkan ke kepolisian setempat, termasuk kecelakaan lalu lintas di jalur Parangtritis pada pagi hari itu karena pengendara usai minum minuman keras di tempat karaoke.
“Jadi secara resmi sudah kita berikan peringatan untuk segera menghentikan ke karaokenya, karena selain dampak sosialnya juga memang dari kajian legalitasnya belum dapat mereka penuhi perizinannya,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =