Pemkab Didesak Stop Aktifitas Angkutan Batu-Bara

Muba, jurnalsumatra.com – Kerusakan jalan diwilaya desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang diduga akibat dilalui mobil pengangkut batu bara milik PT. Astaka Dodol dan PT. Tri Aryani sekarang ini kian memperparah. 

Meski pada tahun 2019 lalu, pihak managen PT. Astaka Dodol dan PT Tri Aryani telah

menandatangani surat perjanjian tentang pertanggungjawaban atas kerusakan jalan penghubung Mangun Jaya menuju desa Macang Kecamatan Sanga Desa Musi Banyuasin (Muba). Namun hingga kini jalan diwilayah  itu belum juga diperbaiki.

Selaku ketua Lsm Universal Monitoring Indonesia (UMI) di Kabupten Muba, H Yusman Mustopa menyatakan kekecewaannya terhadap PT. Astaka Dodol. Sebab menurut dia pada bulan maret-2019 PT.Astaka Dodol dan PT Tri Aryani  sudah menandatangani surat tentang pertanggung jawaban atas kerusakan jalan kabupaten diwilaya itu, dengan di tanda tangani oleh Dr.PRASTIO DIATMO sebagai perwakilan PT.ASTAKA DODOL yang di saksikan langsung oleh camat Sanga Desa SUGANDA dan kepala desa Macang Sakti ARIVAI. 

Sementara isi surat perjanjian tersebut menyatakan bahwa PT ASTAKA DODOL dan akan memperbaiki/mengembalikan jalan aspal konstuksi seperti sedia kala dengan konstuksi setandar cor beton PUPR.

“Hingga kini jalan tersebut belum juga ada perbaikan, maka kita melayangkan surat laporan pelanggaran hukum ini secara pidana ke lembaga penegak hukum, yaitu ke KPK, Mabes Polri Kejaksaan Agung dan Kementrian ESDM RI. 

“Bahkan kami dari  LSM UMI bersama masyarakat yang dirugikan akan melakukan aksi demo dengan cara menutup akses angkutan batu bara PT Astaka dodol dan PT. Tri Aryani yang melintasi jalan kabupaten mulai dari desa Macang Sakti sampai ke desa Beruge, Kecamatan Babat toman, hanya saja aksi yang akan kami gelar itu ditunda, karena ada maklumat dari pihak kepolisian tentang virus corona.”Ujar Yumas Mustopa saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com kemarin.

Mewakili masyarakat desa Macang Sakti, Yusman Mustopa juga mendesak Pemkab Muba untuk menstop aktivitas kendaraan angkutan batu bara milik PT. ASTAKA DODOL yang telah menginkari perjanjian seca tertulis itu. 

Berdsarkan hasil investigasi LSM UMI menemukan bahwa pihak PT.ASTAKA DODOL telah melakukan perbuatan melanggar hukum di karenakan pihak PT. ASTAKA DODOL telah melakukan kerjasama dengan pihak subkon pengangkutan batu bara dengan transportir lokal yang belum melengkapi izin sesuai peraturan amanat perundang-undangan yang berlaku. 

“Saat ini kondisi jalan hancur berat, oleh karena itu, kita meminta Pemerintah Kabupaten Muba untuk segera menstop aktifitas armada PT Astaka Dodol dan PT. Tri Aryani yang melintas dijalan kebupaten mulai dari desa Macang Sakti sampai ke desa Burge. Karena pihak perusahaan telah mengingkari surat pernyataan secara tertulis yang telah mereka tandatangani diatas materai.”Tegasnya. (Rafik elyas)