Pemkab Gunung Kidul Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

    Gunung Kidul, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui sejumlah sektor, yakni penerimaan pajak daerah, retribusi, pajak hotel dan restoran.
“Kami berusaha meningkatkan pendapatan daerah, karena dengan meningkatkan PAD bisa menyejahterakan masyarakat,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunug Kidul Supartono di Gunung Kidul, Rabu.
Dia mengatakan melihat regulasi yang ada untuk dapat mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dan juga retribusi yang bisa disesuikan. Alasannya karena saat ini PAD hanya menyumbang 10 persen dari total belanja daerah.
Sampai Desember, untuk pendapatan daerah pada 2017 ini total sebanyak Rp1,85 triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp263 miliar, dana perimbangan Rp1,270 triliun, dan dana lain-lain dari pendapatan daerah yang sah sebesar Rp317 miliar.
“Melihat masih rendahnya sumbangan PAD, kami terus berupaya meningkatkan pendapatan,” katanya.

      Supartono mengatakan pihaknya meminta peran aktif masyarakat dan pengusaha untuk membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Peran aktif masyarakat diperlukan untuk mencapai target tersebut,” katanya.
Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan upaya pemerintah daerah meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata yang terus berkembang. Meski diakuinya saat ini sumbangan dalam PAD masih rendah.
“Kami melakukan intensifikasi dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk upaya peningkatan pajak,” katanya.
Ia mengatakan salah satu upaya peningkatan pajak memberikan apresiasai penghargaan kepada wajib pajak pengusaha dari sektor pariwisata.
“Harapannya dengan pemberian apresiasi, para wajib pajak yang lain semakin tergerak dan memiliki kesadaran yang sama,” katanya.(anjas)

Leave a Reply