Pemkab Kubu Raya Dorong Desa Peduli Gambut

     Pontianak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendorong setiap desa yang memiliki potensi lahan gambut di kabupaten itu untuk membuat program peduli gambut demi menjaga kelestarian lahan gambut yang ada.
“Seperti yang kita ketahui, Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan gambut yang cukup luas. Namun kerap terjadi kerusakan lahan gambut akibat kebakaran, konversi lahan, dan kegiatan pembangunan oleh manusia, sehingga berdampak pada lingkungan dan manusia itu sendiri,” kata penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Odang Prasetyo, di Sungai Raya, Jumat.
Padahal, lanjutnya, gambut merupakan penyimpan karbon yang signifikan. Jika mengalami kerusakan, akan berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca.
Odang menjelaskan, kemampuan lahan gambut dalam menyimpan karbon mencapai 330 ribu ton/hektare atau setara 5-11 ribu tahun penyimpanan karbon.
Karena itu, dirinya sangat mendukung program Desa Peduli Gambut yang diinisiasi Badan Restorasi Gambut (BRG).

      Menurut dia, program tersebut wajib didukung karena melestarikan lahan gambut bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan Badan Restorasi Gambut, tapi juga masyarakat.
“Beberapa tahun lalu kita merasakan sendiri dampak dari kebakaran lahan gambut itu sangat menyiksa. Jika dihitung kerugian sangat besar di mana banyak masyarakat mengalami sakit saluran pernafasan bahkan hingga meninggal dunia,” tuturnya.
Belum lagi kerugian akibat jadwal penerbangan yang terganggu, juga kejadian kecelakaan transportasi laut maupun darat hingga diliburkannya anak-anak sekolah akibat kabut asap.
Menurut Odang, ada delapan desa di Kubu Raya yang mempunyai kubah gambut yang termasuk kategori dilindungi. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat dengan bimbingan Badan Restorasi Gambut berupaya keras melestarikan lahan gambut guna mencegah kerugian yang lebih besar lagi.
“Kami berharap Badan Restorasi Gambut selalu memberikan pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya peran gambut terhadap keseimbangan dan kelestarian ekosistem lingkungan,” kata Odang.
Begitu juga masyarakat, Odang mengajak untuk peduli terhadap ekosistem gambut yang ada di desa masing-masing.
“Kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Mulailah dari yang kecil dan mulailah dari diri sendiri sehingga Kubu Raya yang maju, harmonis, berbudaya, dan memiliki daya saing akan jadi kenyataan,” tuturnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + seventeen =