Pemkab Kupang Prioritaskan Pembangunan Ekonomi Tahun 2018

    Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, akan menetapkan pembangunan ekonomi sebagai program prioritas kerja pemerintah Tahun 2018 dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Tahun 2018 akan dijadikan sebagai tahun pengembangan investasi di Kabupaten Kupang, karena alokasi Dana Desa yang dialokasikan pemerintah pusat sangat besar ke daerah ini. Setiap tahun Dana Desa terus bertambah sehingga harus memberi manfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat di daerah ini,” kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki ketika dihubungi di Kupang, Kamis.
Titu Eki menegaskan hal itu terkait upaya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mempercepat pembangunan sektor ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan Dana Desa.
Ia mengatakan, pada Tahun 2017 pemerintah pusat mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp128 miliar untuk mendukung pembangunan di 160 desa di Kabupaten Kupang yang dialoksikan untuk pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, sehingga pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Dana Desa untuk pembangunan ekonomi di desa.
Titu Eki mengatakan, dalam akhir kepemimpinannya sebagai Bupati Kupang akan menetapkan Tahun 2018 sebagai tahun pengembangan investasi dengan mendorong masyarakat desa sebagai pelaku ekonomi di desa secara langsung.
“Investasi yang dilakukan bukan dilaksanakan investor besar, namun dilakukan masyarakat desa dengan memanfaatkan berbagai potensi ekonomi di desa. Modal usaha sudah dialokasikan pemerintah melalui Dana Desa. Bahkan lembaga badan usaha milik desa (bumdes) juga sudah dibentuk di semua desa sehingga harus dimanfaatkan. Kita tidak ingin niat baik pemerintah menjadi mubazir karena tidak cermat dalam pengelolaan Dana Desa yang begitu besar,” ucap Titu Eki.
Titu Eki menambahkan sumber daya ekonomi yang sangat melimpah dimiliki daerah ini harus dapat dikembangkan secara optimal untuk menyejahterakan hidup masyarakat di desa.
“Kalau potensi sumber daya alam yang ada dimanfaatkan secara baik maka masyarakat Kabupaten Kupang tidak perlu pergi mencari kerja ke Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. Pengembangan investasi di desa ini juga dilakukan pemerintah untuk membendung terjadinya TKI ilegal dari daerah ini,” tegas Titu Eki.(anjas)

Leave a Reply