Pemkab Lahat Pecah Dua BKD


Lahat, jurnalsumatra.com – Tujuan agar pemasukan dan pengeluaran kas daerah bisa optimal dan lebih transparan, rencananya Pemkab Lahat akan memecah BKD (Badan Keuangan Daerah) menjadi dua kantor yakni keuangan daerah dan Pendapatan Daerah. Namun rencana ini masih digodok ditingkat DPRD Lahat, sehingga jika direalisasikan maka Pemkab optimis keuangan daerah akan lebih signifikan.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH mengatakan, pemecahan kantor BKD menjadi Dua sangat diharapkan karena dengan adanya pergantian nama dan penambahan instansi nomenkelatur dari Badan Keuangan Daerah (BKD). Apalagi, sektor pemasukan daerah dari SDA (Sumber Daya Alama) dan pajak dapat diketahui dengan mudah dan transparan.

“Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), yang saat ini masih digodok ditingkat dewan. Dengan dipecahnya BKD tersebut, tentunya akan memberikan kontribusi, dengan peningkatan pendapatan daerah akan lebih maksimal,”ujarnya.

Dijelaskan CU, ketika tergabung di BKD, pemasukan belum optimal, dengan adanya kepala badan, pasti memberikan pendapatan ke kas daerah. “Akan membantu mendongkrak PAD, tentunya mempengaruhi penambahan angka di anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kedepannya,”imbuhnya.

Ia menuturkan, hal ini bercermin pada kabupaten/kota se Sumatera Selatan (Sumsel), telah memberlakukan hal tersebut. “Sehingga pendapatan dari sektor daerah yang sudah ada, mampu ditingkatkan dan dicarikan sumber-sumber lainnya,” beber Cik Ujang.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, Wiwin Andaini SE mengemukakan, untuk nomenkelatur BKD sejauh ini dalam tahap pengodokan maupun pembahasan di badan legislatif (Banleg).

“Kedepan akan didiskusikan kembali, item-item mana saja mesti dimasukkan atau dihapus, agar tidak menyalahi ketentuan. Dari Kemendagri kalau tidak ada perbaikan lagi, barulah dibawa ke sidang paripurna istimewa DPRD guna disahkan,”terang Wiwin Andaini. (Din)