Pemkab Lebak Ajak Masyarakat Gemar Menanam

     Lebak,jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengajak masyarakat gemar menanam pohon guna mendukung pelestarian dan penghijauan untuk mencegah kerusakan hutan dan lahan.
“Kami tak henti-hentinya mangajak masyarakat agar gemar menanam pohon karena bisa mengurangi pemanasan global juga mengatasi bencana alam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Nana Sunjana di Lebak, Kamis.
Selama ini, masyarakat Kabupaten Lebak sudah tumbuh melakukan gerakan penanaman mulai dari hulu hingga hilir.
Sebab Lebak merupakan kawasan hulu dengan terdapat Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak (TNGHS).
Selain itu juga hutan rakyat, adat, lindung dan hutan produktif.
Karena itu,pihaknya mengapresiasi gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon Nasional 2017 tingkat Provinsi Banten dengan menanam pohon di kawasan  Hutan Larangan Desa, Kampung Cokel, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak.
Penanaman pohon itu untuk melakukan penghijauan hutan dan lahan agar lestari juga dapat mencegah bencana banjir dan longsor.
Apalagi, wilayah Kabupaten Lebak banyak terdapat daerah aliran sungai (DAS).
Gerakan penanaman itu bisa mengendalikan global warning sehingga menyumbangkan kesejahteraan bagi kelangsungan hidup manusia.
“Penanaman pohon di Hutan Cokel Kecamatan Curugbitung itu menyebar 25 ribu bibit aneka jenis tanaman keras,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, selama ini, penanaman pohon di Lebak cukup bagus partisipasi masyarakat karena dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.
Penanaman pohon merupakan bagian pelestarian alam juga dapat mengantisipasi pemanasan global.
Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat agar gemar menanam pohon albazia, sebab 4-5 tahun dapat menghasilkan pendapatan ekonomi.
Penanaman pohon albazia seluas satu hektare bisa menghasilkan uang hingga ratusan juta rupiah.
“Kami mendorong warga terus melakukan penghijauan guna mensejahterakan masyarakat,” katanya.
Ahmad (55), seorang petani warga Kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya saat ini melakukan penghijauan di lahannya seluas dua hektare dengan menanam sengon dan jabon.
Tanaman itu, ujar dia, memiliki nilai jual cukup tinggi juga produksinya tidak begitu lama.
“Kami belum lama ini menjual kayu-kayuan cukup lumayan dan bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 10 =