Pemkab Lebak buka pelayanan rapid test gratis di Stasiun KA

Lebak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Lebak Provinsi Banten membuka pelayanan rapid test gratis di Stasiun Kereta Api Rangkasbitung untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

  “Kami berharap penumpang yang menggunakan jasa angkutan KA itu baik yang turun maupun naik bisa dilakukan rapid test,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Jumat.

  Pembukaan pelayanan rapid test di Stasiun KA Rangkasbitung itu sehubungan terjadi lonjakan penumpang menjelang Lebaran 2020.

  Para penumpang itu baik yang hendak naik maupun turun dilakukan pemeriksaan secara gratis dalam upaya pencegahan penularan COVID-19.

  Selama ini, seorang warga Kabupaten Lebak berprofesi petani dinyatakan positif terjangkit virus corona dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Banten.

  “Kami berharap melalui pelayanan rapid test gratis dapat mencegah khusus penumpang yang turun melalui Stasiun KA Rangkasbitung berasal dari zona merah COVID-19,” katanya menjelaskan.

  Menurut dia, pihaknya sebelumnya melakukan pemeriksaan rapid test di Stasiun KA dan Pasar Rangkasbitung hingga 300 orang dan dua diantaranya reaktif COVID-19.

  Kedua orang itu, kata dia, akan ditindaklanjuti untuk pemeriksaan swab untuk mengetahui positif terjangkit COVID-19 itu.

  Mereka penumpang yang menerima pelayanan rapid test gratis itu dilengkapi dengan identitas kartu tanda penduduk (KTP) dan nomor telepon.

  “Kami minta semua penumpang tetap harus menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan jaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan serta tidak berkerumun,” ujarnya.

  Berdasarkan data pada laman siagacovid19 lebakkab.go-id, Jumat (22/5) jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 544 orang terdiri dari 39 orang dalam status pemantauan dan 505 orang dalam status aman.

  Untuk jumlah warga dengan status pasien dalam lengawasan (PDP) tercatat 31 orang, terdiri dari 16 orang berstatus pengawasan, 8 orang berstatus aman dan 7 meninggal juga 41 orang tanpa gejala (OTG), sedangkan COVID-19 dilaporkan satu orang dalam pengawasan.(anjas)