Pemkab Lebak Dinilai Belum Mampu Sejahterakan Rakyat

     Lebak, jurnalsumatra.com – Puluhan mahasiswa Lebak menggelar unjuk rasa guna menyampaikan penilaian terhadap kinerja pemkab yang dianggap  belum mampu menyejahterakan rakyat, dengan indikasi masih banyaknya jumlah kemiskinan, tingkat pendidikan tidak merata serta penderita gizi buruk cukup tinggi.
“Persoalan itu tentu pemerintah daerah belum pro rakyat dalam pengalokasian anggaran,” kata Heri Mukti, salah seorang mahasiswa dalam orasinya di Kantor DPRD Kabupaten Lebak, Sabtu.
Saat ini, Kabupaten Lebak merayakan HUT ke-189, namun realisasi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah belum mampu mensejahterakan masyarakat.
Hal tersebut juga dibuktikan hingga kini Kabupaten Lebak masih menyandang daerah tertinggal juga banyak infrastuktur kondisinya buruk khususnya di pedalaman Lebak.
Bahkan, masyarakat di pedalaman kesulitan ekonomi juga pendidikan belum merata serta anak-anak menderita gizi buruk.
Selain itu juga indeks pembangunan manusia (IPM) masih di bawah nasional.
Semestinya, kata dia, Kabupaten Lebak lepas dari ketertinggalan juga kebodohan dan kemiskinan.
“Kami menilai ketidakberhasilan dalam mensejahterakan rakyat itu karena adanya permainan anggaran yang tidak pro rakyat,” kata Heri dalam orasinya.
Menurut dia, pengalokasian anggaran daerah hingga kini belum meningkatkan kesejahteraan rakyat juga pendidikan jauh tertinggal.
Saat ini, anggaran daerah hanya dinikmati eksekutif dan legislatif sehingga belum dirasakan oleh masyarakat.
Kehidupan masyarakat masih banyak yang kesulitan kebutuhan sandang dan pangan sehari-hari, namun pejabat daerah dan wakil rakyat melakukan kesenangan.
Para anggota dewan juga setiap tahun melakukan reses dengan menggunakan anggaran daerah.
“Kami prihatin HUT Lebak ke-189 hingga kini belum mampu mensejahterahkan rakyat,” kata Heri sambil kecewa kepada wakil rakyat yang tidak bisa mewakili mahasiswa.
Koordinator aksi mahasiswa Lebak Ugi mengatakan sejauh ini proses pembangunan di Kabupaten Lebak jauh dari harapan.
Sebab, pendidikan belum merata,kemiskinan dan gizi buruk cukup tinggi.
Selain itu juga kondisi infrastuktur di pedalaman masih buruk sehingga Lebak belum mampu lepas ketertinggalan dan bisa sejajar dengan daerah lain di Provinsi Banten.
“Kami berharap pengalokasian anggaran daerah harus pro rakyat sehingga benar-benar bisa dinikmati masyarakat untuk hidup lebih baik dan sejahtera,” katanya.
Aksi unjuk rasa di DPRD Lebak berjalan lancar, meski terjadi insiden kekerasan.
“Kami mengedepankan persuasif dalam menangani unjuk rasa mahasiswa sehingga kondusif dan damai,” kata Nurdin, seorang anggota Polres Lebak.(anjas)

Leave a Reply