Pemkab Lebak Minta ASN Kuasai Teknologi

     Lebak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Lebak meminta para Aparat Sipil Negara (ASN) mampu menguasai perkembangan teknologi guna mendukung pesan Presiden Joko Widodo bekerja sepanjang masa.
“Perkembangan teknologi itu sangat dinamis tentu para ASN harus memiliki kecakapan untuk menguasai teknologi itu,” kata Wakil Korpi Kabupaten Lebak Azis Suhendi di Lebak, Kamis.
Perkembangan teknologi itu tentu menjadikan tuntutan bagi ASN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lebak guna mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini, hampir semua di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sudah menerapkan pekerjaan berbasis teknologi, termasuk sidik jari kehadiran pegawai.
Perkembangan teknologi itu melalui jaringan online juga aplikasi lainnya tentu harus dikuasai ASN untuk emngoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Untuk meningkatkan penerapan teknologi itu, pihaknya secara bertahap terus melakukan pelatihan kompetensi dan inovasi para ASN sehingga bisa terealisasi bekerja sepanjang masa.
Mereka para ASN stuktural dioptimalkan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan kompetensi dan inovasi melalui PIM II sampai IV.
Selain itu juga diklat-diklat dan bintek guna meningkatkan kinerja yang optimal kepada masyarakat.
Saat ini, ASN bekerja bukan hanya melaksanakan rutinitas saja, namun mereka harus berinovasi agar lompatan besar dalam perubahan-perubahan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya kira tertinggal jauh jika ASN itu tidak menguasai perkembangan teknologi itu,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, para ASN yang tergabung sebagai Korpri itu harus setia terhadap negara Republik Indoensia karena mereka sebagai pelayan masyarakat.
Karena itu, ASN harus bekerja profesional dengan menguasai perkembangan teknologi tersebut.
“Kami terus meningkatkan kualitas ASN melalui kompetensi dan inovasi guna mendukung percepatan pembangunan,” ujarnya menjelaskan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan pihaknya mewajibkan semua para ASN itu bekerja disiplin dan profesional dengan menguasai teknologi.
Semua pegawai di sini sudah mampu mengoperasikan berbasis teknologi, diantaranya komputer dan aplikasi lainnya.
Selain itu juga para ASN setiap masuk kerja diwajibkan sidik jari karena jika tidak bekerja tentu akan mendapat potongan tunjangan.
“Kami terus meningkatkan kompetensi dan inovasi dalam bekerja untuk mendukung peningkatan produksi pangan juga pendapat ekonomi masyarakat,” katanya. (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =