Pemkab Malang Bangun Rusunawa Rp14 Miliar

     Malang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Malang dalam waktu dekat merealisasikan pembangunan rumah susun sederhana sewa dengan anggaran Rp14 miliar dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang Wahyu Hidayat di Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan pembangunan fisik rusunawa tersebut dimulai tahun depan dengan anggaran hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Setelah ada kepastian anggaran dari Kementerian PUPR, kami berani memastikan pembangunan dimulai tahun depan. Lokasi rusunawa itu nanti ada di kawasan perkantoran terpadu Pemkab Malang di Kepanjen,” katanya.
Wahyu mengemukakan anggaran pembangunan rusunawa tersebut merupakan bagian dari bantuan hibah yang diberikan Kementerian PUPR senilai Rp25 miliar.
Bantuan itu dibagi menjadi tiga penganggaran, yakni pembangunan rusunawa Rp14 miliar, pembangunan sarana air bersih Rp6 miliar, dan sisanya untuk program bedah rumah.
Ia menjelaskan bantuan tersebut diberikan Kementerian PUPR kepada Pemkab Malang sebagai apresiasi atas keberhasilan pemkab itu memberikan kemudahan perizinan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

       Rusunawa yang dibangun pemkab tesrebut, lanjutnya, peruntukannya tidak hanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang, tetapi juga tempat singgah tamu-tamu Pemkab Malang maupun para atlet yang mengikuti berbagai turnamen atau kejuruan di wilayah Kabuapten Malang.
Dengan adanya rusunawa, katanya, ASN atau tamu Pemkab Malang serta atlet yang melakukan kegiatan di Kepanjen tidak perlu lagi mencari tempat menginap.
Mereka bisa menempati rusunawa tersebut dengan harga terjangkau. Hanya saja, berapa tarifnya masih belum ada ketentuan dan landasan hukumnya.
Rusunawa yang bakal dibangun di kawasan perkantoran terpadu di Kepanjen itu jumlahnya mencapai 40 unit kamar yang masing-masing seluas 36 meter persegi (type 36).
Seluruh kamar dilengkapi dengan fasilitas memadai, bahkan ada dapur beserta peralatannya, kamar mandi, ruang keluarga, dan area menjemur pakaian.
“Hanya saja, untuk tarif sewa masih harus kami bicarakan dan dituangkan dalam peraturan bupati. Yang pasti tarifnya sangat murah dengan fasilitas representatif dan memadai,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply