Pemkab Malang Kekurangan ASN Tenaga Pendidik-Kesehatan

      Malang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga saat ini masih kekurangan pegawai berstatus aparatur sipil negara (ASN), khususnya tenaga pendidik (guru) dan kesehatan, bahkan dari tahun ke tahun kekuranagn tersebut semakin banyak.
Plt Bupati Malang Muhammad Sanusi di Malang, Kamis,  mengakui kekurangan tenaga ASN di lingkungan Pemkab Malang masih menyisakan persoalan tersendiri. Kekurangan tenaga ASN itu didominasi dari sektor pendidikan dan kesehatan.
“Untuk kekurangan ASN di sektor pendidikan ini cukup banyak. Seharusnya jika ingin meningkatkan mutu pendidikan harus diimbangi dengan SDM yang mencukupi. Pemerintah pusat ingin mutu pendidikan bagus, tapi tidak diimbangi dengan ketersediaan SDM yang memadai,” ujarnya.
Meskipun infrastruktur tercukupi dan memadai, lanjutnya, tanpa diimbangi dengan SDM yang memadai, akan sulit terwujud dengan cepat karena jumlah guru dengan siswa atau sekolah jauh dari ideal, bahkan masih ada kepala sekolah dan guru yang merangkap mengajar di beberapa kelas akibat keterbatasan tenaga pendidik.

       Selama ini, kata Sanusi, kekurangan tenaga guru ASN itu ditutup dengan tenaga guru honorer. “Pemerintah pusat seharusnya tahu, bagaimana kebutuhan ASN hingga ke daerah, meski pengangkatan ASN harus dari pusat. Kalau honorer, keberadaannya sangat membantu. Saya sangat berterima kasih, sebab keberadaan mereka sangat membantu lancarnya proses  belajar mengajar di Kabupaten Malang,” tuturnya.
Untuk tenaga kesehatan,  lanjut Sanusi, Kabupaten Malang memiliki 33 Puskesmas. Ada 33 dokter yang melayani sekitar 3 juta jiwa warga Kabupaten Malang. Tenaga honorer di bidang kesehatan pun cukup membantu pelayanan kesehatan bagi masyakarat.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah mengatakan jumlah ASN yang pensiun di Kabupaten Malang mencapai angka 800-900 per tahun. Dan, kondisi itu sudah berlangsung sejak 2013.
“Selain karena keterbatasan anggaran, kami juga belum bisa merekrut tenaga honorer tambahan karena terbentur aturan. Kondisi ini menjadikan persoalan kekurangan tenaga ASN tidak bisa teratasi secepatnya,” kata Nurman.
Jumlah ASN di Kabupaten Malang secara keseluruhan tidak lebih dari 13.500 orang atau rata-rata setiap ASN melayani 130 warga. Idealnya seorang ASN melayani tidak lebih dari 50 warga.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =