Pemkab Malang Kerahkan Tim Antisipasi Anthrax Hewan Kurban

     Malang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengerahkan sepuluh tim yang dibantu 70 petugas lapangan untuk mengantisipasi penyakit anthrax pada hewan kurban yang akan disembelih pada Idul Adha tahun ini.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nurcahyo, Selasa, mengatakan, tim yang disiapkan tersebut akan bekerja sepekan sebelum Idul Adha. “Tim ini akan memantau dan memeriksa hewan yang disiapkan untuk kurban saat Idul Adha,” kata Nurcahyo di Malang, Jawa Timur.
Selain itu, lanjutnya, tim dan petugas juga akan melakukan pendataan jumlah hewan ternak yang disiapkan sebagai hewan kurban, baik  yang ada di pedagang di tepi jalan maupun lainnya. “Kami akan memastikan tidak ada hewan kurban di daerah ini yang terkena penyakit anthrax,” ucapnya.
Sampai saat ini, kata Nurcahyo, pihaknya menjaminan sapi di Kabupaten Malang semuanya sehat dan terbebas dari penyakit anthrax. Ia memastikan kondisi aman anthrax tesrebut  setelah tidak adanya laporan dari petugas pemantau di lapangan.

Berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan, ujarnya, tidak ditemukan adanya hewan terserang penyakit antrax. Dengan demikian, Kabupaten Malang yang juga sebagai penghasil sapi potong aman dari penyakit antrax.
Menurut dia, Kabupaten Malang saat ini menjadi salah satu pamasok sapi ke berbagai daerah. Di antaranya ke Kalimantan, Sulawesi, dan sejumlah daerah lainnya di Jatim maupun luar Jatim.
Ia mengemukakan populasi sapi di Kabupaten Malang saat ini mencapai 234 ribu ekor. Melihat besarnya populasi sapi tersebut, bisa dipastikan persentase sapi dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Malang sangat kecil.
“Namun demikian, kewaspadaan terhadap penyakit anthrax pada sapi yang masuk ke Kabupaten Malang terus kami lakukan, apalagi hari-hari menjelang Idul Adha, dimana kebutuhan sapi  meningkat tajam dan pedagang hewan kurban juga mulai bertebaran di wilayah ini,” tuturnya.
Menjelang pelaksanaan Idul Kurban, sejumlah titik (lokasi) di Kabupaten  maupun di Kota Malang mulai dijadikan pasar hewan dadakan, baik utnuk penualan kambing maupun sapi, terutama di lokasi-lokasi yang kosong dan agak berjauhan dari permukiman penduduk.(anjas)

Leave a Reply