Pemkab Muba Tidak Mampu Mengatur, Pedagang Gulung Lapak

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Pedagang pasar Randik Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengeluh dan sudah beberapa pekan ini meninggalkan lapak dan kios masing-masing, langka tersebut diambil lantaran kondisi pasar sepi pembeli. Para pedagang berharap Pemkab Muba  mencarikan solusinya jangan sampai bangunan yang menghabiskan dana puluhan miliyard itu mubazir.

Berdasarkan pantauan jurnalsumatra.com dilapangan, dikota Sekayu terdapat dua pusat perbelanjaan yakni pasar Randik dan pasar ex Perjuangan khususnya pasar laut. Jika diperhatikan memang lokasi pasar Randik Sekayu cukup luas dan memadai untuk menjajahkan barang dagangan.

Hanya saja Pemkab Muba dinilai kurang tepat mengatur pedagang sebelum pasar Randik diresmikan. Disini pemerintah harus mengambil kebijakan untuk menetapkan kedua pusat perbelanjaan di kota Sekayu menjadi dua pasar antara pasar basah dan pasar kering.

Sebab jika tidak dibedahkan jelas masyarakat lebih memilih berbelanja ke pasar laut, karena selain jauh dari jangkauan, memang dari duluh lokasi pasar Randik bukan tempat yang dominan didatangi masyarakat.

“Katanya pedagang pasar lokasi Talang Jawa itu mau dipindahkan kesini, namun tak dipindah-pidahkan, bagaimana kebijakan pemerintah ini pak. Makanya pedagang disini kembali ke pasar laut, karena berjualan di pasar Randik ini semakin lama semakin merosot akibat sepi pembeli.”Jelas Ginem Siswati (45) salah satu pedagang sayur saat dibincangi wartawan jurnalsumatra.com Sabtu (19/5/2018).

Menurut Ginem pasar Randik hanya berlaku dimalam dan dijadikan tempat penampungan barang dagangan yang datang dari luar daerah untuk dijual kepada para pengecer termasuk pedagang sayur keliling (kenyot).

“Pasar ini berlaku mulai pukul 11 malam,  hanya dimanfaatkan para agen untuk menjual barang dagangan ke para pengecer dan pedagang keliling (kenyot). Kalau pukul 4 subuh pasar sudah sepi, karena pedagang pada pindah kepasar laut.

Ini yang menjadi keluhan pak, mendingan bagi yang punya tempat, tapi kalau yang tak punya tempat seperti kami, terpaksa menjajahkan barang dagangan disini. Masukan saja pak dimedia, pokoknya kerugian kami pedagang disini banyak, seperti barang dagangan yang tidak laku hari ini disimpan untuk dijual besok kan otomatis harganya menurun.”Keluh dia.

Ginem berharap pemerintah dapat mencarikan solusinya agar pasar randik bisa maju. “Saya harap pemerintah carikan solusinya, memang tepat jika pemerintah menetapkan antara pasar basah dengan pasar kering jadi kedua pusat perbelanjaan di kota sekayu ini bisa sama-sama maju dan bangunan pasar Randik ini tidak mubazir. Kalau tidak bagaimana nasib mereka kedepan.”Harap dia. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + sixteen =