Pemkab OKU Bina 70 Kelompok Pembudidaya Ikan

   Baturaja, jurnalsumatra.com – Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan kepada 70 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di seluruh kecamatan di daerah itu.
“Ada sekitar 70 kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu atau OKU ini yang menjadi binaan kami,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU, Tri Aprianingsih di Baturaja, Selasa.
Dia mengatakan pada tahun 2018, pihaknya fokus meningkatkan produksi ikan dan akan lebih memperhatikan kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten OKU.
Tri menjelaskan, pihaknya memberikan bimbingan dan pelatihan bagaimana cara budidaya ikan yang baik dan benar sehingga dapat menghasilkan ikan yang banyak dan bagus.
Menurut dia, selama ini kelompok pembudidaya ikan di OKU masih menghadapi sejumlah kendala seperti masalah mendapatkan bibit ikan yang bagus, teknologi pengembangan ikan yang masih bisa dikatakan lama serta masalah permodalan.

    “Idealnya kita sudah menggunakan teknik baru dalam pengembangan budidaya ikan yakni seperti dengan sistem bioflok. Hingga saat ini baru enam kelompok yang dibantu menggunakan teknologi ini,” kata dia.
Penggunaan teknologi bioflok, dijelaskan Tri, banyak keunggulannya seperti selain budidaya ikan dengan teknologi itu bisa dilakukan di mana saja, bioflok juga bisa diletakkan di atas semen dan tidak memerlukan lahan yang luas sehingga sangat efektif untuk meningkatkan produksi ikan.
Dia mengungkapkan pada 2017 budidaya ikan di wilayah itu sudah menghasilkan meskipun belum maksimal yaitu sekitar 6.000 ton ikan yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun.
“Sedangkan jika sesuai target di atas 10.000 ton ikan per tahun,” kata dia.
Ia mengakui hasil yang diperoleh pada 2017 tersebut baru bisa mencukupi sekitar 70 persen kebutuhan ikan bagi masyarakat di Kabupaten OKU.
“Selama ini untuk memenuhi kebutuhan warga dalam mengkonsumsi ikan disuplai dari daerah lain,” ujar dia.(anjas)

Leave a Reply