Pemkab Sampang Cabut Tunjangan Dua Anggota DPRD

    Sampang, jurnalsumatra.com – Pemkab Sampang, Jawa Timur mencabut tunjangan dua anggota DPRD setempat, karena tidak mengembalikan mobil dinas yang digunakan selama ini.
“Dua anggota DPRD Sampang yang tunjangannya dicabut itu dari Komisi I dan Komisi IV DPRD Sampang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset pada Badan Pendapatan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Sampang Bambang Indra Basuki di Sampang, Selasa.
Ia menjelaskan, pencabutan tunjangan dua anggota DPRD Sampang itu terhitung sejak Juli 2018.
“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia anggaran bahwa untuk dua anggota DPRD ini sudah dihentikan tunjangannya sejak Juli 2018,” katanya.
Indra Basuki menuturkan, pencabutan tunjangan kedua anggota DPRD Sampang itu berawal dari penarikan jatah mobil dinas bagi anggota DPRD Sampang sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD Sampang, menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017.
Dalam ketentuan itu dijelaskan, bahwa jatah mobil dinas hanya diberikan kepada pimpinan DPRD saja, sementara anggota, tidak mendapatkannya, dan diganti dengan tunjangan.
Tahun 2017 lalu, semua mobil dinas yang sebelumnya digunakan oleh anggota DPRD Sampang ditarik. Namun, ada dua anggota DPRD Sampang yang tidak mengembalikan mobil dinas itu.
“Mobilnya Kijang Inova dan Isuzu Panther,” kata Bambang, menjelaskan.

    Seharusnya, sambung dia, wakil rakyat tersebut wajib menyerahkan aset daerah kepada pemerintah paling lambat 12 September 2017, setelah aturan tentang penggunaan mobil dinas itu diberlakukan.
“Kasus ini juga telah menjadi temuan BPK dan dua anggota DPRD Sampang ini diminta untuk mengembalikan uang sebesar Rp70 juta,” katanya, menjelaskan.
Keputusan BPK ini karena kedua anggota kedua anggota DPRD Sampang tersebut telah menerima dana tunjangan selama 10 bulan mulai September 2017 hingga Juni 2018, tapi mobil dinas belum dikembalikan.
“Hitungannya adalah Rp7 juta per bulan dikalikan 10 bulan,” ucap Bambang.
Secara terpisah, Sekretaris DPRD Sampang Anwari membenarkan adanya dua anggota DPRD Sampang yang hingga kini belum mengembalikan mobil dinas itu.
“Kami sudah mengingatkan, tapi tidak diindahkan,” katanya, tanpa bersedian menyebutkan nama kedua anggota DPRD Sampang yang belum mengembalikan mobil dinas itu.(anjas)

Leave a Reply