Pemkab Segera Bangun TPAS Kawasan Pantai Selatan

     Gunung Kidul, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, segera membangun tempat pemrosesan akhir sampah seluas lima hektare di Dusun Wonosobo, Kecamatan Tanjungsari, untuk menampung sampah di kawasan pantai selatan yang saat ini belum tertangani dengan baik.
   “Satu hektare akan menghabiskan kurang kebih Rp10 miliar,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas (P2KP) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunung Kidul Mujiyana di Gunung Kidul, Jumat.
   Ia mengatakan TPAS di wilayah selatan ini akan menggunakan model sanitary landfill atau mesin insenerator atau mesin penghancur sampah. Nantinya salah satunya akan dipilih untuk diaplikasikan.
   “Masing-masing mempunyai keunggulan, nantinya akan dipilih salah satu yang cocok diterapkan di sana,” katanya.
   Mujiyana mengatakan jika menggunakan insenerator sampah dihancurkan dan dapat digunakan sebagai bahan baku batako atau konblok. Apabila menggunakan sanitary landfill mempunyai keunggulan hasil dari olahan sampah dapat digunakan untuk bio gas.
   “Saat ini, kami sudah memiliki DED dan rencana induknya, tinggal pelaksanaan,” katanya.
   Ia mengatakan anggaran pembangunan TPAS berasal dari pusat. Pemerintah daerah menyediakan lokasi.
“Tetapi semua tergantung pusat karena sumber dana dari pusat,” ucapnya.
   Kepala Dinas DLH Gunung Kidul Agus Priyanta mengatakan TPS tersebut diharapkan bisa menampung sampah pengunjung dan pedagang hingga masyarakat di sekitar pesisir. Sementara untuk anggaran diperoleh dari pusat.
   “Konsultan perencana hingga sekarang masih menyelesaikan dokumen untuk pembangunan TPAS,” katanya.
   Untuk mengurangi volume sampah di masyarakat, lanjut Agus, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke tiap desa agar memiliki bank sampah. Sebab sampah jika tidak ditangani dari lingkungan sekitar maka akan menjadikan dampak negatif yang cukup besar.
   “Pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan sekitar dulu,” katanya.
   Salah seorang pelaku wisata, Ngatno mengaku mendukung langkah pemkab ini, karena selama ini kawasan selatan membutuhkan TPAS.
   “Fasilitas TPAS dibutuhkan untuk menampung sisa sampah dari kegiatan kepariwisataan di kawasan pantai selatan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =