Pemkab Sleman Tingkatkan Kualitas Pelayanan Penyandang Disabilitas

Sleman, jurnalsumatra.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan, utamanya bagi penyandang disabilitas.

Pemerintah Kabupaten Sleman berusaha memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan kebutuhan sebagai aspek kehidupan penyandang disabilitas.

Hal itu dikatakan Dra Hj Sri Muslimatun, M.Kes, Wakil Bupati Sleman, dalam pemberian alat bantu gratis bagi penyandang disabilitas di Gedung Serbaguna Pemkab Sleman, Selasa (27/8/2019).

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabiitas, Pemkab Sleman selenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan diikuti 252 orang peserta. 

Acara itu merupakan inisiasi Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial DIY, Dinkes Sleman, RSUD Sleman dan yayasan sosial yang ada di Sleman.

Tujuan pemberian pelayanan Jamkesus terpadu tersebut untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat. “Sehingga para penyandang disabilitas tidak terbebani jarak, waktu maupun biaya, yang membuatnya lebih efiien dan efektif,” kata Hj Sri Muslimatun, yang berharap kegiatan itu dapat meningkatkan partisipasi para difabel dalam mengakses layanan kesehatan khusus terpadu. 

Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 3.5/Kep.KDH/A/2019 peserta Jamkesus dari Kabupaten Sleman mencapai 9.103 orang jiwa penyandang disabilitas. 

Jumlah tersebut cukup banyak dan tersebar di setiap kecamatan dengan berbagai jenis disabilitas. Dan permasalahan kebutuhan dasar menjadi sangat krusial. Mengingat kelompok ini memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dengan keterbatasan akses, ekonomi dan seringkali memperoleh stigma negatif di dalam masyarakat.

Pelayanan Jamkesus Terpadu penyandang disabilitas dimaksudkan memadukan unsur-unsur pelayanan spesifik dari mobilisasi, assesment sosial, penjaminan, layanan dasar, layanan spesialistik, penyediaan alat bantu, assesment rehabilitasi sosial, pendataan dalam satu pelayanan prima.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sleman, Sukamto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut yang sudah memasuki tahun ke empat. “Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mendata jumlah disabilitas di Kabupaten Sleman sehingga mereka bisa mendapatkan program Jamkesra DIY,” kata Sukamto. (Affan)