Pemkab Studi Orientasi ke Kabupaten Badung Bali


Sleman, jurnalsumatra.com – Rombongan Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG), Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Smart City dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sleman melakukan studi orientasi ke Kabupaten Badung Bali pada tanggal 9-11 April 2019 lalu.  

Rombongan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi SH, MH diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung Gede Putra Suteja di aula Kantor Bupati Badung.  

Sumadi menyampaikan, dipilihnya Kabupaten Badung karena daerah itu telah menjadi kabupaten percontohan beberapa program. “Dan telah meraih berbagai prestasi serta penghargaan, baik dalam program pengarusutamaan gender, kabupaten layak anak, penyelenggaraan PPID, maupun program smart city,” kata Sumadi, Senin (15/4/2019), di ruang Setda Sleman. 

Dalam paparannya mengenai Kabupaten  Badung, seperti diungkapkan Sumadi, Gede Putra Suteja mengatakan dalam APBD Badung tahun 2018 pendapatan daerah sebesar Rp 6 Triliun. 

Pendapatan daerah itu terdiri dari PAD Rp 5,1 Triliun, dana perimbangan Rp 626 Miliar, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 220 Miliar.  

Sementara, anggaran belanja langsung pada tahun 2018 diprioritaskan untuk membiayai program atau kegiatan strategis daerah sebagai implementasi pola pembangunan nasional semesta berencana (PPNSB).

Dikatakan Sumadi, komposisi belanja daerah berdasarkan penerima manfaat. Maka, sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima oleh masyarakat sebesar 75,91 persen, sedangkan sisanya merupakan belanja aparatur yang manfaatnya diterima aparatur pemerintah sebesar 24,09 persen.

Sementara itu bidang pendidikan sebesar Rp 1,3 Triliun atau sebesar 20,01 persen dari belanja daerah. Bidang kesehatan dialokasikan anggarannya sebesar Rp 666 Miliar atau 11,21 persen. 

Sub bidang sosial sebesar Rp 2,3 Miliar. Selain itu, terdapat pula kegiatan bantuan sosial penunggu pasien, bantuan usaha ekonomi produktif kepada kepala keluarga (KK) miskin serta santunan bagi penyandang cacat sebesar Rp 45 Miliar. 

Terkait pelaksanaan PUG, disampaikan bahwa PUG telah menjadi keharusan untuk dilaksanakan setiap bidang tugas masing- masing. “Kesetaraan gender di Badung masih tetap menjadi isu strategis untuk ditangani karena isu ketimpangan gender masih tetap mewarnai kehidupan masyarakat,” kata Sumadi. 

Untuk mencapai optimalisasi pencapaian kondisi itu, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung telah melaksanakan sosialisasi tentang PUG pada 68 undangan yang terdiri dari semua OPD, perhimpunan atau organisasi perempuan, lembaga masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, BPD, Puskesmas, organisasi kpeagamaan dan P2TP2A Kabupaten Badung. 

Sementara itu, sosialisasi dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran kegiatan di masing-masing unit, lembaga dan instansi di Badung agar berbasis dan ramah gender.

Sedangkan untuk program Kabupaten Layak Anak (KLA), Kabupaten Badung pada tahun 2018 memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat madya. 

Selain bertemu dengan jajaran pimpinan OPD Kabupaten Badung, pada kesempatan itu rombongan Kabupaten Sleman juga mengunjungi RSUD Badung, Rumah Lansia Yayasan Sada Jiwa dan pengelola Pasar Badung.  

Sumadi menjelaskan, dari hasil kunjungannya itu banyak hal berupa inovasi dan prestasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung untuk dapat diadopsi dan disesuaikan dengan karakter pembangunan masyarakat Sleman. “Pada akhirnya adalah menuju kesejahteraan masyarakat Sleman,” tandas Sumadi.

Dari hasil kunjungannya ke pasar Badung, pengelola pasar Badung sudah menerapkan smart heritage market berupa retribusi online, e-money dan e-parking bekerjasama dengan perbankan, gojek dan gopay.

“Penataan pedagang dan kesadaran pedagang sudah cukup bagus dalam mendukung program-program smart heritage market,” ungkap Sumadi yang menambahkan apa yang dikerjakan pasar Badung itu sedang dirintis pasar Sleman. (Affan)