Pemkot Batam Gesa Penyusunan Rencana Umum Pengadaan

Batam, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menggesa penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar perhitungan anggaran lebih terukur.
“Kami perintahkan agar dari awal siapkan RUP. Paling lambat 25 Januari sudah selesai dan masuk ke dalam e-procurement, sistem pengadaan secara elektronik,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Batam, Selasa.
Ia menegaskan, dokumen pengadaan harus masuk ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) pada akhir Januari.
Menurut dia, dengan penyusunan RUP di awal tahun, maka seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa bisa selesai pada Oktober atau November, sehingga potensi defisit atau pekerjaan yang tertunda bisa dideteksi lebih dini.

“Rencana umum pengadaan dibuat Januari sehingga harapan kami bulan 10 dan 11 sudah tergambar potensi defisit atau pekerjaan yang bisa di-‘hold’. Semakin cepat lelang dilakukan, semakin mudah memproyeksi kekuatan APBD,” kata Amsakar.
Saat ini, Pemkot Batam mendapat penilaian ‘grade 2’ untuk proses pengadaan barang dan jasa dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemkot ingin meningkatkan penilaian itu dengan memperbaiki proses pengadaan dan jasa, termasuk dengan mempersiapkan RUP di awal tahun.
“Kami berupaya untuk perbaikan. Maka itu masing-masing OPD agar dari awal sudah mempersiapkan RUP. Jadi rapat tadi fokus pembicaraannya adalah evaluasi terhadap kinerja pengadaan barang dan jasa di Pemko,” kata dia usai mendampingi Wali Kota Muhammad Rudi memimpin rapat OPD.
Pemkot Batam terus melakukan pembenahan di segala lini, agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.(anjas)

Leave a Reply