Pemkot Denpasar Jaga Kebersihan Dengan Berlakukan Depo

     Denpasar, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Denpasar, Bali, terus melakukan pembersihan lingkungan dengan memberlakukan depo sampah di kawasan Kereneng sesuai dengan jadwal yang ditentukan yakni pukul 15.00 hingga pukul 22.00 Wita.
Kabid Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna di Denpasar, Kamis, mengatakan pengembalian jadwal pembuangan sampah di depo Kreneng diberikan secara khusus karena banyak masyarakat dan sekolah tidak dapat membuang sampah sesuai jadwal yang ditentukan.
Ia mengatakan jika diberlakukan jadwal pembuangan sampah sama dengan jadwal jam sekolah. Sehingga sekolah-sekolah di sekitar Kreneng tidak bisa membuang sampah sebelum jam keluar sekolah.
Untuk itulah jadwal pembuangan sampah khusus di depo Kreneng dirubah dari jam yang dulunya ditetapkan sekolah-sekolah tidak bisa dibuang sampah karena sekolah tutup pukul 13.00 Wita.
“Agar semua sampah bisa diangkut maka pembuangan sampah dikembalikan dari pukul 10.00 wita hingga 15.00 Wita menjadi pukul 15.00 wita hingga pukul 22.00 waktu setempat,” ujarnya.
Pengembalian jadwal pembuangan sampah itu, menurut Adi Wiguna adalah hasil dari rapat yang dilakukan bersama tokoh masyarakat Desa Dangin Puri Kangin. Sehingga dalam pengembalian jadwal nantinya tidak terjadi masalah.

     Meski demikian, kata dia, agar tidak ada yang melanggar tetap melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat setempat. Bahkan pihaknya memberikan surat imbauan ke banjar-banjar dan ke rumah warga. Dengan perubahan jadwal pembuangan sampah dipastikan tidak ada yang melanggar karena di depo Kreneng telah ada petugas yang menjaga.
Adi Wiguna menambahkan untuk di Depo Yang Batu, jadwal pembuangan tetap seperti semula dari pukul 05.00 sampai pukul 12.00 Wita. Selanjutnya petugas DLHK Kota Denpasar melakukan pengangkutan pada malam hari.
Ia juga mengaku jumlah sampah yang diangkut setiap hari di Depo Kreneng sebanyak delapan hingga 10 truk per hari dan untuk di Depo Yang Batu sebanyak 15 truk per harinya.
Untuk menciptakan Kota Denpasar bebas dari sampah, Adi Wiguna berharap agar masyarakat tetap mengacu pada Peraturan Wali Kota No 11 tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dengan mengingkuti kelompok swakelolah yang ada diwilayahnya.
“Sampai saat ini Kota Denpasar telah memiliki ribuan kelompok swakelolah sampah,” kata Adi Wiguna.(anjas)

Leave a Reply