Pemkot Mataram Lanjutkan Pembangunan Lapak PKL Ampenan

     Mataram, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melanjutkan pembangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Pantai Ampenan agar dapat segera ditempati.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa, mengatakan penataan lapak PKL Ampenan yang akan dilanjutkan adalah pemasangan keramik.
“Program pembangunan lapak PKL yang dilaksankan pemerintah provinsi hanya sampai cor beton, tidak menggunakan keramik,” kata Mahmudin yang baru saja melakukan cek lokasi ke Pantai Ampenan.
Oleh karena itu, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk menyempurnakan bangunan lapak tersebut agar PKL yang saat ini menempati lapak-lapak sementara bisa segera menempati lapak baru.

     Ditargetkan bulan Februari, pemasangan keramik untuk lapak PKL sudah dimulai karena kegiatan ini tidak melalui tender, dengan demikian pada bulan Maret, PKL sudah bisa menempati lapak baru.
Sementara, saat ini sedang dilakukan koordinasi antara Dinas Perdagangan dan aparat kecamatan serta kelurahan setempat untuk pembangian lapak.
“Tujuannya, agar proses pembagian lapak bisa berkeadilan sehingga tidak ada pedagang yang saling berebut lapak,” katanya.
Lebih jauh, Mahmuddin mengatakan, selain akan melaksanakan pemasangan keramik untuk lapak PKL, pihaknya juga segera melanjutkan pembangunan tempat lesehan atau lapak kuliner bagi pengunjung Pantai Ampenan di pinggir pantai.
Untuk pembangunan lapak kuliner tahun ini, katanya, juga dialokasikan sebesar Rp200 juta dengan panjang lapak yang akan dibuat sekitar 200 meter.
“Lapak kuliner yang akan kita bangun sekarang di bagian utara anjungan, untuk selatan anjungan kita coba usulkan melalui APBD perubahan,” katanya.
Dalam kegiatan revitalisasi Pantai Ampenan di tahun 2017, dilaksanakan oleh Pemerintah Provinasi NTB dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,2 miliar.
Anggaran Rp1,2 miliar itu untuk membangun lapak PKL sebesar Rp500 juta dan Rp700 juta untuk pembangunan ruang publik di bagian utara.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =