Pemkot Palembang Bakal Perbanyak RTH

Palembang, jurnalsumatra.com – Bappeda Kota Palembang menggelar Focus Group Discussion (FGD)  Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK).  Fgd ini dihadiri langsung oleh Sekda Palembang Harobin Mustopa. Dalam kesempata ini Harobin Mustopa mengatakan, emisi gas rumah kaca menyebabkan  perubahan iklim dunia,  seperti curah hujan yang tidak menentu, kekeringan, hingga menyebabkan gagal panen.

“Disini kita membangun komitmen bersama menurunkan efek gas rumah kaca.  Indonesia berkomitmen menurunkan efek gas rumah kaca sebesar 29 persen.Pemprov juga mendorong setiap kabupaten dan kota berperan aktif penurunan efek gas rumah kaca. Kita targetkan penurunan efek gas rumah kaca 11,79 persen pada 2030 ,” ujarnya.

Harobin menuturkan,  Pamkot Palembang memiliki visi Palembang EMAS Daruusalam.  “Penurunan efek rumah ini selaras dengan visi dan misi Kota Palembang.  Selain itu,  Kota Palembang juga mendapat predikat kota metropolitan terbaik nomor dua layak huni dan udara terbaik dua kali berurut-turut.  Harus kita cintai Palembang dengan menurunkan efek gas rumah kaca. Salah satunya adalah dengan mewujudkan Palembang kota pariwisata sungai,  budaya dan kota olahraga. Bahkan,  kita tegetkan 2030 Palembang jadi kota wisata sungai bertaraf dunia,” katanya.

Kedepan, langkah konkrit untuk menurunkan efek gas rumah kaca adalah dengan menambah ruang terbuka hijau (RTH).  “RTH kita sudah cukup bagus. Namun nanti akan kita perbanyak lagi,” ucapnya.

Kepala Bappeda Palembang Harrey Hadi menambahkan, efek dari  gas rumah kaca adalah suhu bumi meningkat.  Jika tidak ada aksi konkrit maka es di kutub akan meleleh.  “Aksi penurunan efek gas runah kaca  ini menjadi agenda nasional yang harus disuport kabupaten dan kota.  Antara lain menungkatkan ruang terbuka hijau,  mengurangi efek gas rumah kaca,” katanya.

Harrey menjelaskan,  asap kendaraan juga menyumbang CO2 dari gas buangnya.  Jadi kemacetan juga menyebabkan peningkatan CO2. Langkah untuk mengurangi CO2 adalah dengan menggunajan transportasi masaal LRT dan  bus.  Selain itu menghindari pembakaran sampah.Buanglah sampah pada tempatnya jangan dibakar.  Industri gas juga harus memerhatikan buangan gasnya di udara, ” bebernya.

Harrey mengungkapkan,  langkah kecil untuk mengurangi efek gas rumah kaca adalah dengan menanam satu rumah satu pohon.” Satu pohon itu bisa mensuplay oksigen untuk 2 orang,” ucapnya.

Bahkan, sambung Harrey kedepan setiap kecamatan akan dibangun ruang terbuka hijau. Sekarang RTH itu ada di Kambang Iwak, Kampus dan RS Siti Khadijah.”RTH itu  paling tidak 30 persen dari luas wilayah,” pungkasnya.   (Yanti)

Leave a Reply