Pemkot Pekanbaru Gencarkan Imbauan Agar Warga Jangan Membakar Sampah

Kota Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Pekanbaru terus menggencarkan imbauan pada warga kota itu agar tidak membakar sampah karena bisa merusak kesehatan hingga bisa mengakibatkan kematian akibat racun yang dihasilkan pembakaran itu.

  “Sampah yang dibakar bisa mengakibatkan kematian sebab berdasarkan penelitian para ahli bahwa sampah-sampah plastik beserta sisa makanan itu dibakar akan memproduksi dioksin dan furan dan zat tersebut dalam konsentrasi kecil saja bisa menyebabkan kematian,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Azhar kepada media di Pekanbaru, Jumat.

  Menurut dia, masih berdasarkan penelitian, paparan zat dioksin akibat sampah dibakar bila dihirup manusia dalam waktu singkat akan menimbulkan reaksi batuk, sesak napas, dan pusing, sedangkan dampak jangka panjang bisa mengakibatkan kanker.

  Ia mengatakan, kerugian yang ditimbulkan akibat membakar sampah tersebut justru membuat pemerintah daerah itu menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 134 Tahun 2018, tentang Cara Pengenaan Sanksi Administratif terhadap pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2014, masyarakat Kota Pekanbaru tidak dibenarkan membakar sampah.

  “Jika ada warga yang nekat membakar sampah, dapat dikenakan sanksi denda hingga Rp750 ribu, bahkan kita sudah menindak pemilik usaha pabrik roti membakar sampah di lintas timur dan mereka didenda Rp500 ribu,” katanya.

  Ia mengakui bahwa sebagian besar masyarakat Kota Pekanbaru belum mengetahui Perwako ini sehingga selain menggencarkan sosialisasi Perwako, Pemkot Pekanbaru juga terus memberikan peringatan, dan mengimbau warga agar tidak membakar sampah.

  Pentingnya imbauan tersebut digencarkan juga karena terkait bahaya lain dari pembakaran sampah adalah pencemaran udara dan emisi karbondioksida yang dihasilkan akan menipiskan lapisan ozon.

  “Larangan ini juga sejalan dengan peraturan daerah ini terkait sanksi denda Rp2,5 juta bagi pembakar sampah dan harus melalui persidangan. Membakar sampah ada kategori sampah rumah tangga dikenakan denda dari Rp250, Rp500 hingga Rp750. Kalau membakar sampah selain sampah rumah tangga minimal Rp500 ribu. Ada tingkatannya, sampah yang dibakar dengan jumlah dibawah 1/2 kubik dikenakan denda sebesar Rp500 ribu. Diatas 1/2 kubik sampai 2 kubik dikenakan dendan Rp1 juta hingga Rp1,5 juta,” katanya.(anjas)