Pemkot Pontianak Dorong ASN “Melek” Teknologi

Pontianak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Pontianak, saat ini terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk “melek” teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik di kota itu.
“Para ASN harus melek teknologi, karena tantangan dalam menghadapi kompetisi dari daerah-daerah lainnya di bidang smart city semakin kompetitif,” kata Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Jumat.
Ia menyebutkan program-program smart city ini masih menghadapi kendala diantaranya minimnya sumber daya manusia yang masih belum terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.
“Sementara tuntutan saat ini sudah sangat tinggi. Kita harus melek teknologi dikarenakan tuntutan zaman saat ini yang sudah berbeda jauh dari masa-masa sebelumnya,” ujarnya.
Sehingga, menurut dia, Pemkot Pontianak terus mendorong Aparatur Sipil Negara agar selalu berpikir smart, karenanya, ia minta para ASN agar serius mengikuti bimtek atau lainnya yang berkaitan dengan penguasaan dan kemajuan teknologi.
Dalam memberikan pelayanan, lanjut Edi, IT sebagai alat maupun aplikasi berfungsi membantu serta memudahkan pekerjaan. Melalui pemanfaatan IT, tidak lagi ada batas ruang dan waktu.

“Misalnya, saya berada di Jakarta, kemudian ada kejadian di Pontianak, dalam hitungan detik saya bisa mengetahui kejadian itu melalui peralatan IT tersebut,” kata Edi.
Sementara itu, Pendamping Kota Pontianak dari Tim Gerakan Menuju 100 Smart City Kementerian Kominfo, Barry Simorangkir mengatakan, smart city memerlukan semacam masterplan karena secara birokrasi perlu adanya panduan. “Mungkin saja di Kota Pontianak ini ada hal-hal dibidang IT yang belum menemukan solusi,” katanya.
Menurut dia, dalam teknologi itu tidak selalu ditemukan masalah, solusinya itu sudah ada, hanya belum ditemukan.
“Terkadang, solusi itu justru belum dibuat, sehingga suatu hal yang menarik dalam bidang IT, bagaimana kita menciptakan sebuah solusi untuk memecahkan masalah tersebut,” kata Barry.
Beberapa hal yang kaitannya dengan data memang diakuinya suatu pekerjaan luar biasa. Dalam smart city, proses itu merupakan hal penting, dan tidak mungkin data-data itu tiba-tiba banyak dan tidak mungkin secara tiba-tiba tahu menggunakan teknologi tersebut.  (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 3 =