Pemkot Putuskan Kontrak Pembangunan Jembatan Dasan Agung

     Mataram, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan memutuskan kontrak terhadap CV Limbu Indah selaku kontraktor pembangunan jembatan Dasan Agung karena dinilai tidak mampu melaksanakan proyek tersebut.
“Realisasi pembangunan fisik proyek jembatan itu baru 26 persen atau hanya fondasi, dan sudah hampir dua bulan belum ada kegiatan di lokasi proyek sehingga secara aturan sudah boleh dilakukan pemutusan kontrak,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, untuk mengambil keputusan pemutusan kontrak terhadap kontraktor tersebut, saat ini pemerintah kota sedang melakukan rapat untuk mengambil langkah-langkah agar tidak salah prosedur, walaupun persyaratan pemutusan kotrak sudah terpenuhi.
Menurutnya, dalam upaya persuasif yang telah dilakukan kepada kontraktor, pihak kontraktor tidak dapat melanjutkan proyek tersebut karena kehabisan modal.
Sementara untuk mengajukan tambahan pencairan anggaran belum bisa dilakukan sebab pengerjaan proyek belum mencapai bobot ideal.
“Uang muka dari nilai kontrak Rp2 miliar lebih yang telah diambil sebesar 30 persen, atau sekitar Rp600 juta. Sementara bobot pekerjaan baru 26 persen sehingga terjadi kekurangan 4 persen,” ujarnya.
Dengan demikian, setelah dilakukan pemutusan kontrak terhadap kontraktor itu, maka pihak kontraktor  harus mengembalikan 4 persen dari nilai uang muka atau sekitar Rp80 juta.

     “Dana pengembalian ini merupakan uang pemerintah kota yang harus dikembalikan ke kas daerah, dan uang itu akan kita ambil dari jaminan pelaksana yang ada di bank,” katanya.
Lebih jauh Mahmuddin mengatakan, dari hasil turun lapangan ke gudang milik kontraktor, kontraktor memang sudah membeli bahan-bahan untuk pelat jembatan.
Akan tetapi, pemerintah kota tidak dapat menghitung bahan-bahan tersebut masuk menjadi realisasi pengerjaan sebelum terpasang di jembatan itu.
“Kalau bahan-bahan itu belum terpasang, kami tidak bisa menghitung itu menjadi bagian realisasi pengerjaan fisik,” ujarnya.
Dengan akan adanya pemutusan kontrak itu, katanya, pembangunan jembatan Dasan Agung yang akan menghubungkan Kelurahan Dasan Agung dan Kebon Sari dilanjutkan tahun anggaran 2018.
“Untuk melanjutkan proyek itu anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp1,8 miliar. Dengan adanya pemutusan kontrak ini CV Limbu Indah tidak bisa ikut tender lagi selama dua tahun karena masuk data ‘black list’, ” katanya.
Lebih jauh, Mahmuddin berharap kepada warga di kawasan pembangunan jembatan untuk bersabar menunggu jembatan rampung hingga tahun depan dan memaklumi kondisi terputusnya akses jalan di bagian selatan Kali Jangkuk itu.(anjas)

Leave a Reply