Pemkot Semarang Larang Mobil Dinas Untuk Mudik

      Semarang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Semarang melarang penggunaan mobil dinas untuk keperluan mudik pada Lebaran 1439 Hijriah mengacu larangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Tidak boleh mobil dinas digunakan untuk mudik Lebaran. Ini mengacu larangan dari KPK untuk menghindari benturan kepentingan,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Jumat.
Ia mengatakan sudah dipersiapkan surat edaran (SE) terkait larangan penggunaan mobil dinas untuk keperluan mudik Lebaran yang harus ditaati seluruh jajaran pegawai negeri sipil (PNS).
Bagi PNS di lingkup Pemkot Semarang yang tidak mengindahkan larangan itu dan tetap menggunakan mobil dinas untuk mudik, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menyatakan bakal memberikan sanksi.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan sanksinya sudah diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS, termasuk ancaman pemotongan tunjangan.
“Jika ada pegawai yang melanggar, bisa dipotong tunjangan pegawainya minimal satu bulan jika tetap ngotot bawa mobil dinas buat mudik,” kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

       Pada hari kerja terakhir sebelum cuti Lebaran itu, Hendi juga menekankan beberapa poin penting kepada jajaran PNS, pertama terkait keberhasilan Semarang dalam menstabilkan harga.
“Bank Indonesia menyebutkan inflasi Kota Semarang pada Mei 2018 minus 0,03 persen. Ini rekor dalam sejarah bisa mencapai nilai seperti itu karena harga tidak naik, justru turun,” katanya.
Kemudian, kata dia, para lurah dan camat untuk tetap memantau keamanan dan ketertiban di wilayahnya saat libur Lebaran, salah satunya dengan mengaktifkan kegiatan pos keamanan keliling (poskamling).
“Aktifkan poskamling di sekitar. Bagi yang mau mudik, bisa menitipkan rumahnya kepada tetangganya di sebelah, sementara yang tidak mudik mari sambut para pemudik dengan baik,” katanya.
Jangan lupa, kata dia, untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungan sekitar selama Lebaran, termasuk bagi para pemudik agar Kota Semarang semakin bersih, indah, dan cantik.
“Kalau teman-teman (PNS, red.) menemukan jalan atau tempat yang kotor, silakan potret kemudian laporkan kepada saya atau bisa dikirim ke dinas-dinas untuk segera ditangani,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 3 =