Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan Pusat Pengendali Banjir

Tangerang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten mempercepat pembangunan pusat pengendalian banjir yang tersebar di beberapa titik sungai seperti Sungai Cisadane, Sungai Cirarap, dan Sungai Angke.
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah di Tangerang, Kamis, mengatakan telah  berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane terkait pengamanan jalur sungai yang melintas di Kota Tangerang.
“Kalau musim hujan masih ada dua kelurahan yang tergenang banjir, untuk itu sedang dilakukan penurapan mudah-mudahan akhir tahun bisa selesai,” katanya.
Ia berharap pengerjaan proyek itu bisa segera dirampungkan, karena masih banyak area-area lain yang belum diturap.
Wali Kota juga menambahkan pihaknya sudah mengantisipasi wilayah Kecamatan Priuk yang masih sering terkena banjir 3 hingga 4 meter dengan melakukan penturapan Perumahan Total Persada, pembangunan rumah pompa, dan pintu air.
“Mudah-mudahan itu mengantisipasi ‘back water’ dari Sungai Cirarap yang mau masuk ke Kali Ledug. Dari data 2013 ada 33 titik banjir. Sampai akhir 2017 tinggal 9 titik, mudah-mudahan 2018 sampai 2019 bisa kita kurangin lagi,” jelasnya.

Arief juga mencermati terkait pencemaran air yang diakibatkan oleh limbah dan sampah yang ada di Sungai Cisadane.
Ia meminta dinas lingkungan hidup, pecinta lingkungan hidup, dan masyarakat untuk ikut mengawasi kebersihan sungai.
“Di Jembatan UNIS kita bikin semacam jaring untuk sampah kemudian kita angkut. Karena air yang ada di Sungai Cisadane ini menjadi sumber air baku buat dua juta masyarakat Kota Tangerang dan masyarakat Kabupaten Tangerang wilayah utara seperti Cadas, Sepatan, Teluk Naga mengambil airnya di Kota Tangerang, makanya sama-sama harus kita jaga,” katanya.
Wali kota mengatakan, hingga saat ini sudah lima kilometer panjang turap yang dibangun dari total tujuh kilometer. Selain itu sisi kiri dan kanan sungai nantinya akan dibangun taman dan jalan.
“Balai besar yang melakukan penturapan, pemerintah kota yang melakukan pengamanan dan pembebasan lahan. Karena rencana pemerintah kota untuk tata ruang di sepanjang Sungai Cisadane akan dibuat ‘water front city’ nanti menghadap ke sungai, jadi meningkatkan kualitas Sungai Cisadane untuk destinasi wisata,” tegasnya.(anjas)

Leave a Reply