Pemkot Ternate Diminta Atur Waktu Penjual Takjil Di Bulan Ramadhan

Ternate, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) diminta mengatur waktu penjualan takjil atau makanan berbuka puasa di bulan Suci Ramadhan 2019, untuk memberi kenyamanan kepada umat muslim di daerah ini dalam menjalankan ibadah puasa.

  “Pada Bulan Suci Ramadhan tahun-tahun sebelumnya pukul 09.00 WIT sudah ada yang menjual takjil di pinggir jalan dan itu jelas kurang menghormati orang yang melaksanakan ibadah puasa,” kata Ketua Majelis Ulama (MUI) Ternate, Usman Muhammad di Ternate, Senin.

  Penjualan takjil di Bulan Suci Ramadhan khususnya untuk penjualan di pinggir jalan dan ruang terbuka umum lainnya seharusnya sore hari yakni diatas pukul 15.00 WIT, karena masyarakat biasanya membeli takjil untuk berbuka puasa pada sore hari.

  Ia juga mengharapkan kepada pemilik restoran dan rumah makan di Ternate untuk mematuhi larangan berjualan pada siang hari selama Bulan Suci Ramadhan yang dikeluarkan Pemkot Ternate sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang menjalankan ibadah puasa.

  Pengalaman pada Bulan Suci Ramadhan tahun-tahun sebelumnya larangan untuk berjualan pada siang hari itu tidak semuanya dipatuhi rumah makan dan restoran, bahkan tidak sedikit yang secara terang-terangan melayani pembeli yang makan.

  Hal lainnya yang juga menjadi perhatian dari Pemkot Ternate dan aparat keamanan setempat, kata Usman Muhammad adalah bunyi petasan pada malam hari yang sangat mengganggu umat muslim saat menjalankan shalat tarawih, seperti pada Bulan Suci Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

  Penjualan petasan di Kota Ternate selama Bulan Suci Ramadhan nanti hendaknya dilarang, selain itu juga harus ada pengawasan di lapangan dan kalau ada yang kedapatan menjual petasan atau membunyikan petasan ditindak tegas untuk memberikan efek jera.

  Ia menambahkan, dalam Bulan Suci Ramadhan masyarakat bebas melakukan usaha apapun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi diharapkan usaha itu sesuai ketentuan dan tidak mengakibatkan kerugian kepada orang lain agar memiliki nilai ibadah.

  Masyarakat di daerah ini juga diimbau untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan serta komitmen untuk memperbanyak melaksanakan ibadah, baik ada hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun dengan masyarakat dan mahluk hidup lainnya. (anjas)