Pempek Sultan Buka Cabang Bandara

Palembang, jurnalsumatra.com – Tingkat pertumbuhan bisnis empek-empek di Kota Palembang terus berkembang, dengan hadirnya kembali Pempek Sultan cabang yang ke-3 yang berada di Jl. Letjen Harun Sohar RT 042, RW 10, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Suka Ramai Palembang setelah sebelumnya ada di Jakabaring dan Palembang Indah Mall (PIM).

Pempek Sultan ini, sama seperti pempek  Sultan ditempat lain sebelumnya, yaitu menyediakan beragam jenis pempek dan pempek specialnya dikenal dengan pempek pelangi yang sekarang menjadi trend dan banyak disukai terutama permintaan orang dari luar Kota Palembang.

Peresmian dan pembukaan Pempek Sultan ini dilakukan oleh Kadin Pariwisata Isnaini Mardani dan Ketua PHRI Herlan yang lebih dikenal dengan panggilan Babe dengan pemotongan pita tanda tempat ini mulai beroperasi secara resmi yang dilanjut dengan makan dan mencicipi makanan yang sudah disediakan sebagai menu yang ditawarkan dari Pempek Sultan.

  1. Boy dan Vivi selaku owner dari Pempek Sultan kepada jurnalsumatra.com mengatakan “Pempek Sultan ini menggunakan olahan Ikan Tengiri asli dengan menu special adalah Pempek Pelangi yang sampai saat ini masih banyak permintaan terutama dari orang-orang luar kota Palembang” jelasnya.

“Selain menyediakan makanan pempek di Pempek Sultan ini juga menawarkan makanan berat yang dikenal dengan pindang telor ikan gabusnya dan juga ada pempek tumpeng untuk pemesanan 100 pis supaya bisa terbentuk tumpengnya kalau hanya lima puluh tidak bisa terbentuk tumpengnya” tambahnya.

Dikatakan Isnaini Mardani selaku Kadin Pariwisata “Pempek ini keluar dari Kota Palembang berapa ton sekali, melalui pempek kita sudah menetapkan pajaknya dan kita sudah himbau untuk pengusaha Pempek untuk taat membayar pajak dan untuk yang lain, kita juga meminta untuk membuka gerai Pempek karena bisa menghasilkan pendapatan dari pemerintah Kota Palembang seperti halnya dengan Hotel-hotel yang saat ini menjadi penghasilan terbesar dan menjadi primadona dari pendapatan Pemerintah Kota Palembang” jelasnya.

Karena pontensi ini menurut Herlan selaku Ketua PHRI dari pempek ini akan dikenakan tarif pajak mungkin nanti seperti bea cukai, jadi pempek yang keluar dari Palembang adalah Pempek yang sudah membayar pajaknya yang akan dilihat dibandara, kalau belum akan ditunda dan disingkirkan terlebih dahulu, tapi itu baru wacana nya.yang jelas tidak memberatkan pengusaha dan pemerintah akan mendapat untung.

Mengenai wacana yang akan dikenakan pajak untuk Pempek menurut H. Boy selaku pemilik Pempek Sultan mengatakan “Kalau semuanya ditetap seperti itu mau enggak mau kita harus patuhi, tetapi kalau hanya kita sendiri berarti itu tidak adil namanya, semua harus ditetapkan terlebih dahulu yang tidak merugikan pengusaha pempek” pungkasnya. (edchan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 11 =