Pemprov Didesak Cari Lokasi Penambatan Perahu Nelayan

     Mataram, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Mataram mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mencari lokasi penambatan puluhan perahu nelayan kota itu.
“Jika tidak, kami tidak bisa menghalangi jika nelayan akan melakukan berbagai ancamannya memboikot wisatawan masuk daerah ini sebab itu berkaitan dengan masalah perut mereka,” kata Camat Ampenan Zarkasyi di Mataram, Jumat.
Masalah lokasi penambatan perahu nelayan itu muncul karena Dinas Pariwisata Provinsi NTB melakukan penataan dengan memasang kursi dan meja beton di pinggir pantai Sentosa yang selama ini menjadi lokasi penambatan perahu nelayan Mataram ketika terjadi musim angin barat.
Akan tetapi, pihak provinsi tidak terlebih dahulu mencari solusi bagi nelayan sebelum membangun fasilitas pariwisata tersebut di kawasan Kabupaten Lombok Barat.
Zarkasyi mengatakan dari komunikasi yang dilakukan dengan Dinas Pariwisata NTB untuk mencari lahan penambatan perahu nelayan kota ternyata menemui jalan buntu.

     “Hasil komunikasi kami, ternyata Pantai Duduk, masih di sekitar Batu Layar dan Batu Bolong, Lombok Barat, yang dijanjikan menjadi lokasi tempat penambatan perahu nelayan itu milik swasta hingga pinggir pantai. Jika nelayan mau menggunakannya maka harus sewa. Ini aneh,” katanya.
Oleh karena itu, pemerintah kota berharap agar pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dapat mencari solusi menghadapi masalah itu.
“Jangan sampai pemerintah provinsi terkesan hanya mementingkan pariwisata, tapi mengorbankan ‘tungku masak’ nelayan,” ujarnya.
Jumlah nelayan Kota Mataram yang tidak bisa menambatkan perahunya di perairan Kota Mataram ketika terjadi pancaroba sekitar 75 hingga 100 nelayan.
Kondisi di sembilan kilometer pantai di Mataram sebagai  wilayah rawan gelombang pasang dan dangkal menjadi salah satu pemicu tidak memungkinkan nelayan menambatkan perahu.
“Jadi kalau mereka nenambatkan perahu di Lombok Barat, mereka bisa sesekali melaut karena kedalaman pantai di kawasan itu lebih bagus dibandingkan perairan Ampenan,” ujarnya.
Zarkasyi menambahkan karena belum ada solusi terhadap masalah itu maka Dispar NTB kembali berencana akan mengundang pemerintah kota dengan Lombok Barat untuk mencari formula bagi nelayan.(anjas)

Leave a Reply