Pemprov Imbau Masyarakat Tidak Panik Pemulangan Warga Dari Natuna

Samarinda, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengimbau masyarakat setempat untuk tidak panik terkait rencana pemulangan 14 warga Kalimantan Timur yang diobservasi selama 14 hari sesuai dengan protokol World Health Organization (WHO), di Natuna, Kepulauan Riau.

Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim, HM Syafranuddin mengungkapkan Pemprov Kaltim terus memonitor kondisi semua warga Kaltim yang di karantina di Natuna.

Dia mengatakan bahwa saat ini Kondisinya dalam keadaan sehat, dari awal sejak datang sampai selesai masa inkubasi selama 14 hari. Dan sudah dinyatakan tidak terinfeksi virus COVID-19.

“Alhamdulillah saudara-saudara kita yang di Natuna tidak terpapar virus COVID-19, artinya mereka sehat. Untuk masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkan dan berpikir macam-macam. Maksud karantina itu bukan berarti mereka terkena, tetapi untuk melihat kondisi benar tidak mereka terpapar. Jadi mereka sehat-sehat semua,” ungkap Ivan, sapaan akrab Syafranuddin di Samarinda , Jumat.

Juru bicara gubernur ini mengimbau masyarakat agar jangan ada penilaian negatif terhadap mereka yang berada di Natuna itu terkena virus COVID-19.

Masyarakat hendaknya menerima informasi secara utuh terkait hal ini dan tidak langsung percaya berita-berita hoaks.

“Sekarang ini hasilnya kan mereka semua sehat. Sehingga bisa kembali lagi ke Kaltim. Jangan sampai itu menjadi persoalan, terima dengan apa adanya. Jangan sampai ada berita-berita hoaks beredar di masyarakat,” jelas dia.

Sementara, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim, HM Jauhar Efendi menambahkan bahwa selama ini Pemprov Kaltim sudah melakukan langkah-langkah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Pemprov juga sudah melakukan beberapa rapat dan pertemuan terkait virus COVID-19 ini. Bahkan pada 6 Februari 2020, kita sudah melakukan Rakor Kesiapsiagaan 2019-nCoV di Kaltim dengan menghadirkan pemangku kepentingan terkait, termasuk Kementerian Kesehatan sebagai nara sumber,” terang Jauhar.

Diketahui, masa observasi berlangsung selama dua pekan sejak kedatangan 238 WNI dari Wuhan ke Natuna. Besok, Sabtu (15/02) pagi akan dilakukan pengecekan kesehatan terakhir oleh tim kesehatan.

Setelah itu, pada pukul 12.00 Wib 238 WNI tersebut akan diterbangkan ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dengan tiga unit pesawat TNI AU dari Lanud Raden Sadjad Natuna.(anjas)