Pemprov Papua: Tak Beridentitas Persulit Nikmati JKN

    Jayapura, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Papua menyatakan masyarakat di sejumlah kabupaten daerah ini kesulitan menjadi peserta dan menikmati Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena tidak memiliki kartu tanda penduduk elektronik atau tidak beridentitas.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Sabtu, mengatakan masyarakat di sejumlah kabupaten seperti Nabire, Paniai, dan Mamberamo Tengah menolak secara tegas perekaman KTP-el dengan alasan bertentangan dengan ajaran agama.
“Dalam KTP-el tersebut terdapat simbol yang diyakini sebagai simbol ajaran sesat, hal ini pula yang kemudian membuat penerapan Program JKN di daerah tersebut tidak berjalan maksimal,” katanya lagi.
Menurut Elia, akhirnya masyarakat menjadi takut untuk mengurus KTP-el, sehingga banyak yang belum menjadi peserta JKN dan belum menikmati jaminan kesehatan.
“KTP elektronik menjadi penting, sebab untuk menjadi peserta JKN harus terdaftar sebagai penduduk yang mempunyai nomor induk kependudukan atau NIK,” ujarnya pula.

     Sebelumnya, Deputi Direksi Wilayah Papua dan Papua Barat BPJS Kesehatan Anurman Huda mengatakan kendala warga belum memiliki KTP-el ini memang menjadi temuan baru, karena itu pihaknya akan berupaya agar Program JKN di Papua dapat berjalan baik, dengan 100 persen penduduknya bisa menjadi peserta JKN.
“Kami akan berupaya bagaimana Program Kartu Papua Sehat yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua bisa berjalan bersama Program JKN, saling melengkapi, jadi selama warga yang mempunyai KPS, dan punya nomor induk kependudukan, bisa menjadi peserta JKN dan kami yang akan tanggung,” katanya lagi.
Program JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang menggunakan sistem asuransi. Program ini dikelola oleh BPJS, sehingga semua masyarakat Indonesia, baik ASN, TNI Polri, karyawan hingga penduduk miskin dan tidak mampu menjadi pesertanya (didaftarkan dan dibayarkan oleh pemerintah daerah).(anjas)

Leave a Reply