Pemprov Sulteng Apresiasi Tradisi “Lebaran Mandura”-KBF

Palu, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi sekaligus mendukung pelaksanaan tradisi “Lebaran Mandura” yang bermakna kembali ke fitrah bersamaan dengan Kampung Baru Fair (KBF) di Kelurahan Baru Kota Palu, pada 21 – 23 Juni 2018.
“Pemerintah Sulawesi Tengah sangat mengapresiasi kegiatah ini,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate, dalam sambutannya mewakili Gubernur Longki Djanggolo pada perayaan tradisi Lebaran Mandura di Masjid Jami Kampung Baru di Kota Palu, Jumat.
Lebaran Mandura diawali dengan berbuka puasa bersama di Masjid Jami Kampung Baru, Kamis 21/6  oleh umat Islam yang melaksanakan puasa Syawal.
Hidayat menilai bahwa kegiatan bernuasa religi itu sangat baik. Sekaligus sebagai suatu tradisi yang perlu dilestarikan.
Bahkan, sebut dia, kegiatan yang diawali dengan pawai melintasi beberapa ruas jalan di Kota Palu itu perlu terus dimeriahkan dan dikembangkan.
Lebaran Mandura juga dirangkaikan dengan Kampung Baru Fair yang menampilkan berbagai hiburan.
“Kemajemukan (plural) menjadi kata kunci yang dipilih sebagai tema utama Kampung Baru Fair (KBF) 21-23 Juni 2018,” kata Migdad Himran, Ketua pelaksana KBF dan Lebaran Mandura 2018.

Kampung Baru Fair, sebut dia, yang dilaksanakan setiap seminggu setelah 1 Syawal atau Idul Fitri itu, memadukan konsep Islam dan tradisi yang diberi nama Lebaran Mandura.
“KBF merespon dengan cara yang kreatif bertemunya Islam dan tradisi yang diberi nama Lebaran Mandura. Kreativitaslah yang menjadikan KBF tidak hanya milik warga di suatu kawasan, tetapi juga di lingkup kota,” sebutnya.
Rival Himran, musisi personel Steven & Coconut Treez turut serta menggagas lahirnya KBF. Rival yang lahir dan tumbuh di kawasan niaga pasar Tua Bambaru itu, meyakini bahwa Palu adalah gambaran representatif tentang Indonesia yang majemuk itu.
Karena, menurut dia, keberadaan di tengah Pulau Sulawesi, membuat Palu menjadi tempat pertemuan (melting pot) kebudayaan Nusantara.
“Dalam bentuk yang lebih kecil adalah Kampung Baru,” sebut Rival.
KBF di kemasan dengan konsep acara yang akan terus berbeda dari tahun sebelumnya. KBF 2018 akan dimeriahkan oleh beragam pertunjukan seni budaya dan kuliner tradisional.
Tiga hari gelaran itu akan dikemas secara tematik. Hari pertama bernuansa religi, di hari kedua bercorak tradisi, dan hari terakhir yang bertema urban. Band reggae Steven & Coconut Treez juga akan ikut memeriahkan acara silaturahmi itu.(anjas)

Leave a Reply