Pemprov Sumsel Wajibkan ASN Memanah dan berkuda

Palembang, jurnalsumatra.com – Dampak video viral Gubernur Sumsel pamerkan rumah mewah dan istal kudanya di gandus city, Sekertaris Daerah Pemprov Sumsel menugaskan para Pimpinan SKPD untuk mengirim minimal 5 orang untuk ikut pelatihan memanah berkuda.

Tugas untuk mengikuti pelatihan memanah berkuda ini dibebani pula dengan biaya sebesar Rp1.650.000 /orang selama 6 bulan. Tentunya ini menjadi beban berat bagi SKPD di lingkungan Pemprov Sumsel karena anggaran untuk pelatihan ini tidak ada dalam struktur anggaran SKPD.

Ketika dikonfirmasi dengan mantan pejabat Sumsel yang tidak ingin disebutkan namanya didapat jawaban, “Kalau menugaskan ini berarti wajib, sedangkan ini bukan tugas pokok ASN, yang benar itu adalah memberitahukan dan jika berminat dapat dilakukan, jadi bagi yang hobby biso ikut dengan sukarela dengan biaya sendiri, di DPA tiap opd dak katek biaya ini”, ucap mantan pejabat itu.

Lebih lanjut mantan pejabat Sumsel itu berucap, “Nah saro nian Deru punyo anak buah asal bapak senang bae”. “Boleh bae buat program diluar program wajib ASN tapi jangan sampe beratke kantong ASN”, pungkas sumber tersebut.

Deputy MAKI Sumsel Feri Kurniawan menyatakan pendapatnya mengenai surat Sekda Sumsel tersebut, “kita dalam kondisi berduka cita nasional menghadapi Covid 19 yg menelan ribuan nyawa, hendaknya kita semua menghindari hal – hal yg bersifat menghamburkan uang”, ucap Feri Deputy MAKI.

“Agak kurang patut tindakan Sekda Sumsel yg menugaskan 5 org setiap SKPD untuk latihan memanah berkuda di istal milik Gubernur Sumsel itu”, ucap feri lebih lanjut.

“Berhemat dan melaksanakan Social Discanting itu yang harus diwanti – wanti kepada ASN di lingkungan Pemprov bukan menugaskan kepada hal yg kurang perlu”, pungkas Feri Deputy MAKI.(kur)