Pemrov Lepas 60 Ton Beras Operasi Pasar

Jambi,jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Jambi melepas sebanyak 60 ton beras Bulog dalam rangka operasi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di daerah itu.
“Operasi pasar dilaksanakan dalam rangka menjaga kestabilan harga beras di pasaran serta untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Provinsi Jambi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto usai melepas beras Bulog di gudang Bulog Pasir Putih, Kota Jambi, Selasa.
Dikatakannya, beras yang dilepas untuk operasi pasar sebanyak 60 ton dengan harga Rp9.450 per kilogram atau di bawah Harga Ecerean Tertinggi (HET) yang mencapai Rp9.950  per kilogram.
Dianto menjelaskan, beras Bulog dilepas kepada tiga mitra distributor Bulog dengan kemasan karung 50 kilogram, yang nantinya pihak mitra distributor akan mengemas kembali (repacking) beras tersebut menjadi kemasan 20 kilogram sesuai dengan kebutuhan masyarakat di pasaran.
“Operasi pasar ini dilakukan karena berdasarkan hasil pantuan Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi di beberapa tempat, harga beras medium sudah melebihi Rp10.000 per kilogram dan akhir-akhir ini sudah sedikit langka di pasaran. Melalui operasi pasar ini diharapkan bisa membantu masyarakat Jambi dalam hal kebutuhan beras,” katanya.

Dianto berharap di pasaran nanti harga beras Bulog sudah menjadi harga yang maksimal dan tidak terjadi kenaikan harga lagi, walaupun beras Bulog ini disalurkan melalui beberapa mitra distributor dan agen yang berada di pasar.
“Ke depannya operasi pasar ini akan terus dilaksanakan guna menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan beras di masyarakat. Selain itu operasi pasar ini dilaksanakan guna menekan angka inflasi di Provinsi Jambi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Produk Ekspor Hasil Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan RI, Prahastuti yang juga hadir di kesempatan itu mengatakan Menteri Perdagangan menginstruksikan seluruh staf untuk mengawal dan memonitor operasi pasar yang dilaksanakan oleh Bulog di beberapa Provinsi di Indonesia, termasuk Jambi.
“Setelah melakukan pelepasan beras ini, kami akan meninjau di beberapa pasar yang ada di Kota Jambi, untuk mengetahui bagaimana model dari operasi pasar ini dan mutu (kualitas) serta harga dari beras yang telah dilepas ini. Kita mengharapkan dengan adanya operasi pasar ini masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” kata Prahastuti.
Prahastuti menambahkan, dalam melaksanakan operasi pasar, harga yang ditetapkan bisa di bawah HET, karena operasi pasar ini dilaksanakan untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kestabilan harga di pasaran.(anjas)

Leave a Reply