Pencarian Korban Longsor Toba Dihentikan Karena Hujan Lebat

      Medan, jurnalsumatra.com – Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI,  Polri, BPBD, dan warga masyarakat terpaksa menghentikan pencarian satu orang lagi korban tertimbun tanah longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Mohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, karena turun hujan lebat.
“Pencarian korban, atas nama Sutan Marpaung (37) warga Desa Halado, distop sekira pukul 17.00 WIB, karena cuaca ekstrem dan bisa dilanjutkan,” kata Kepala BPBD Toba Samosi, Herbet Pasaribu, saat dihubungi dari Medan, Minggu malam.
Meski hujan turun pada hari ini, menurut dia, namun tanah yang berada di tebing gunung dekat lokasi kejadian itu, tidak mengalami longsor seperti hari-hari sebelumnya.
Ia mengatakan, pencarian korban longsor yang belum ditemukan itu, dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan dihentikan pukul 17.00 WIB, karena cuaca tidak bersahabat.
Hujan tersebut, turun secara tiba-tiba, sehingga tim gabungan menghentikan pencarian korban korban longsor tersebut.
“Pencarian korban yang belum ditemukan itu, akan dilanjutkan besok,” ucap dia.
Herbet menjelaskan, satu orang lagi korban tertimbun tanah longsor di Desa Halado, telah ditemukan di lokasi kejadian, Sabtu (15/12) sekira pukul 08.30 WIB.
Korban tersebut, atas nama Kasmer Marpaung (35) merupakan warga Desa Halado.
Setelah ditemukannya korban tersebut, maka jumlah warga tertimbun tanah longsor yang meninggal dunia sebanyak sembilan orang.

     Korban yang selamat sebanyak lima orang, dan sebagian diantara mereka mendapat perawatan di poliklinik, serta telah kembali ke rumah.
Selain itu, sebanyak 39 warga Desa Halado atau delapan kepala keluarga (KK) yang menghuni delapan rumah, telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.
“Warga tersebut, ditempatkan di balai desa maupun rumah penduduk yang dianggab aman dan jauh dari lokasi tanah longsor,” kata Kepala BPBD Toba Samosir itu.
Peristiwa longsor terjadi Rabu (12/12) sekitar pukul 23.30 WIB, tepatnya di Jalan lintas Sigura-gura, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, menimpa tiga unit rumah warga.
Sembilan korban yang meninggal berada dibawah tumpukan tanah pada bangunan rumah yang tertimbun material longsor, beberapa diantaranya Bantu Tambunan (70), Jones Tambunan (46), Nurcahaya boru Marpaung (40), Ahmadi Tambunan (23), Ambrin Tambunan (13), Sarlina boru Tambunan (19), Rosdiana boru Nainggolan (35), Nia boru Marpaung (14)  dan Kasmer Marpaung (35).
Sedangkan, lima korban selamat dan mengalami luka-luka, beberapa diantaranya Jelly Marpaung (12) dan Alpen Marpaung (5).(anjas)

Leave a Reply