Pendaftaran Porsi Haji Mencapai 60 Persen

    Ambon, jurnalsumatra.com – Pimpinan Bank Maumalat Cabang Ambon Bambang Haryonugroho mengatakan, selama kehadiran Bank Maummalat Cabang Kota Ambon sejak tahun 2006 sudah sekitar 60 persen pendaftaran porsi di Kementerian Agama Kota Ambon.
“Jadi sejak tahun 2006 Bank Maumalat di Kota Ambon sudah membuka layanan  pendaftaran porsi haji,” katanya di Ambnon, Rabu.
Hingga saat ini untuk wilayah layanan Kota Ambon  sudah sekitar 60 persen kurang lebih pendaftaran porsi di Kementerian agama melalui Bank Maumalat.
Dia mencontohkan, ketika seorang nasabah sudah memiliki tabungan sebesar Rp25 juta yang Jadi terkait pelayanan haji di Bank Maumalat bersangkutan bisa langsung melakukan pendaftaran porsi haji,” ujarnya.
“Jadi caranya sudah memiliki dana sebesar Rp25 juta langsung mkatanya di Ambon, Rabu.
Kementerian agama dengan menunjukan bukti dari Bank Maumalat atau bank syariah lain  sebagai jaminan untuk mendapatkan nomor porsi haji,” ujarnya.

     Alurnya sekarang seperti itu, lanjutnya, kalau tahun-tahun sebelumnya kepengurusannya menjadi bolak-balik, dari Kementerian setempat kemudian kembali lagi ke Bank syariah dan kembali lagi Kemenag lagi, tetapi sekarang sudah tidak lagi sejak tahun 2015, dimudahkan dengan caranya langsung ke Bank Maumalat membawa bukti tabungan langsung mendaftarkan diri ke Kemenag setempat.
Dengan demikian nasabah yang memiliki dana sebesar Rp25 juta atau akumulasdinya sudah menabung dari lama mulai dari Rp100 ribu hingga sampai Rp25 juta, atau bisa saja menabung secara cicilan atau langsung  memasukan Rp25 juta, baru bisa jadi mendaftar.
“Hal itu yang kita di Bank Maumalat menanganinya, jadi penanganan haji di Bank Maumalat seperti itu,” ujarnya.
Sedangkan terkait antrian atau daftar tunggu pelaksanaan ibadah haji sekarang ini sudah agak membaik sebab menunggu hanya sekitar 7-8 tahun kedepan, lain dari beberapa tahun sebelumnya daftar tunggu Untuk Kota Ambon bisa mencapai belasan tahun.
“Mudah-mudahan tahun depan akan turun lagi hingga mencapai 4-5 tahun saja, sebab ada informasi yang sudah didapat dari Kementerian akan ada lagi penambahan sekitar 10.000 lagi secara nasional, itu berarti di Provinsi Maluku juga akan mendapat kuota tambahan,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply