Peneliti: Tingkat Kemitraan Pelaku UMKM Jatim Rendah

   Sidoarjo, jurnalsumatra.com – Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menyebutkan tingkat kemitraan antara usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jatim dengan pihak lain, baik pemerintah maupun swasta masih rendah.
“Salah satu temuan dari penelitan kami adalah rendahnya tingkat kemitraan antara pelaku UMKM dengan pihak lain, baik itu dari swasta atau juga pemerintahan,” kata Dr Isnaini Rodiyah, M.Si, salah seorang peneliti,  di sela kegiatan fokus diskusi grup (FGD) di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Rabu.
Ia mengemukakan, dari penelitian yang bertajuk “Clustering Model Peningkatan Kualitas Produk UMKM yang Berdaya Saing dengan Mengintegrasikan Technology Content dan Quadruple Helix” itu, saat ini para pelaku UMKM masih banyak yang belum tahu akses perbankan atau juga pinjaman yang akan digunakan sebagai modal kerja mereka.
“Namun demikian, diketahui jika pengaruh ‘technology content’ terhadap kualitas produk dan daya saing UMKM masuk dalam kategori yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, “technology content” termasuk indikator baru yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh perangkat keras, sumber daya manusia, dokumen atau informasi dan peraturan, terhadap kualitas produk di lima kabupaten kota yang menjadi sasaran dalam penelitian ini.

   “Lima kabupaten atau kota yang menjadi sasaran penelitian ini adalah Kota Malang, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan dan juga Kota Surabaya,” katanya.
Ia menjelaskan, tim peneliti yang terlibat dalam kegiatan itu adalah Dr. Isnaini Rodiyah M.Si, Wiwik Susilowati, ST. MT, Poppy Febriana, S.Sos, M. Med, Kom yang merupakan penerima dana hibah penelitian dasar perguruan tinggi dari Dirjen Dikti.
“Nantinya hasil dari penelitian ini akan kami serahkan kepada pemerintah daerah setempat sebagai upaya untuk mendukung perkembangan UMKM yang ada di wilayah penelitian,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, pakar sumber daya manusia dari Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr H Jusuf Irianto mengatakan hasil dari penelitian ini hendaknya bisa menjadi bekal pemerintah melalui dinas untuk memberlakukan pemberdayaan terhadap UMKM.
“Semakin tingginya kesadaran serta tuntutan konsumen akan produk berkualitas, maka mau tidak mau UMKM wajib berbenah supaya punya daya saing yang tinggi, terlebih sekarang konsumen bisa dengan mudah memperoleh produk dari luar negeri,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply